Ica Anak Seorang Pejabat
Cerita Dewasa Ā· 18+
Suatu hari, aku online di salah satu channel chatting dengan seorang mahasiswi. Sebut saja namanya Ica (19 tahun ). Dia adalah anak seorang pejabat di salah satu BUMN di Jawa Timur dan sedang menjalani kuliah di salah satu universitas favorite di kota M. Perkenalan ini berawal dari seringnya aku online barsama Ica.
Singkat cerita, suatu hari aku ada tugas dinas ke kota M dan iseng-iseng aku hubungi dia melalui nomor HP yang sudah dia berikan sebelumnya. Dan dengan senang hati dia mau ketemuan, asal dengan syarat dia bawa teman. Walhasil, aku ketemu dia di salah satu cafe di daerah kampus yang berada di pinggir kota.
āHey⦠Kamu Icaā sapaku.
āHey, Dandy ya.. ā sambil menjawab Ica mengulurkan tangannya.
āKenalin ini temanku Dony,ā sambil mengenalkan temanku.
āOh ya, kenalin juga ini temanku Rida,ā kata Ica mengenalkan temannya.
Sepintas terlihat, Ica adalah sosok seorang gadis model. Karena bentuk tubuhnya sangat semampai dengan ciri 167/45. Sehingga tonjolan di dada maupun di pantatnya tidak begitu nampak sebagaimana gadis-gadis yang aku kenal. Lamunanku buyar saat Ica menawarkan menu yang mau dipesan.
āDy, kamu mau makan apa?ā tanya Ica.
āMmm, anu⦠Terserah dehā jawabku gugup.
āKenapa say⦠Kok nervous gitu?ā tanyanya manja.
Wah dadaku berdetak keras saat dia panggil aku dengan kata āsay.. ā tetapi aku cepat menguasai keadaan dan bersikap seperti nggak ada rasa GR dengan panggilan yang aku kira sangat romantis banget.
āTidak kok, tidak apa-apa, aku ngikut aja,ā jawabku datar.
Dari pertama kita ketemu di chatting, aku terbuka saja dengan status aku yang sudah married. Dan ternyata diluar dugaanku, Ica bisa menerima hal itu karena memang dia menyukai cowok yang lebih dewasa.
2 jam lamanya kami berempat, ngobrol apa aja yang bisa dibicarakan. Baik tentang kuliahnya, masalahnya Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 21 kurang 1/4. Akhirnya aku menawarkan diri untuk mengantar balik ke kost-kostan.
āIca, sudah malem nih, ayo aku anter balikā ajakku.
āOke dah Mas Dandy,ā jawab Ica singkat sambil bangkit dari duduknya.
Setelah aku bayar di kasir, aku bergegas menuju mobil starletku yang butut kedinginan diluar cafe.
āDan, minggu depan aku mau ke Surabaya,ā kata Ica.
āOya, dalam rangka apa?ā tanyaku.
āMau ketemu kamu, kamu ada waktu kan?ā jawabnya tersenyum.
Deg! jantungku terasa berhenti ketika Ica bilang seperti itu, aku langsung berusaha menguasai situasi.
āOoo⦠Pasti bisalah, asal kamu kabarin sehari sebelum datang,ā pintaku.
āOke deh, ntar aku hubungi kamu Masā kata Ica.
āTerus, kamu mau dateng sama Rida atau sendirian?ā tanyaku.
āSendirilah Mas, masa iya sama temanku⦠Kan nggak romantis?ā jelas Ica.
Tanpa terasa sampailah di depan tempat kost Ica.
āSelamat malam,ā kataku.
āTerima kasih ya Mas, sampai ketemu minggu depan,ā Ica mengingatkan.
āOkā jawabku singkat, dan setelah itu aku langsung tancap gas balik menuju ke Surabaya dengan perasaan yang masih bertanya-tanya dengan ucapan Ica yang sedikit romantis. Tetapi sebandel apapun aku, aku tetap memegang prinsip aku tentang virginitas seorang cewek. Buat aku jika seorang gadis itu masih virgin, aku tidak akan pernah mau Making Love karena sudah menjadi prinsip aku untuk tidak merusak masa depan seseorang.
6 hari sudah berselang setelah pertemuan pertama dengan Ica dan sesuai janji dia, Kamis siang Ica menelphone HP-ku. Ringtone dengan lagu dilema cellulerku berbunyi dan saat aku liat layarnya ternyata 081252xxx (nomor Ica).
āMas Dandy besok aku berangkat sepulang kuliah, bisa jemput nggak?ā tanya Ica.
āOoke bisa, jam berapa?ā balas aku bertanya.
āMmungkin dari Surabaya jam 18.00ā jawab Ica.
āLho emang kamu mau langsung balik?ā selidik aku.
āTidaklah Mas, aku kan ingin ditemanin Mas Dandy semalamanā jelasnya.
Alamak si Ica ini, bikin aku berpikir yang nggak-nggak.
āOo gitu, oke sapa takutā tantang ku.
āOke deh Mas, sampai besokā seiring kata itu hpnya langsung dimatikan.
Setelah telphone off, aku langsung hubungi salah satu hotel di Surabaya yang menjadi tempat favorite aku dan kebeetulan aku salah satu members di hotel tersebut. Sehingga setiap saat aku bisa booking room dengan posisi open.
Hari jumāat jam 18.00 tepat aku sudah nongkrong di jok mobilku. Diparkiran terminal Bungur Asih dan selang 5 menit cellulerku berbunyi, āMas kamu dimana?ā suara Ica.
āAku sudah di parkiran terminal nih,ā jelasku.
āOke deh aku ke situā jawab Ica.
Dengan perasaan deg-degan aku menunggu Ica nongol dari pintu keluar terminal, dan dari jauh aku lihat tubuh semampai yang agak kurusan berlenggak-lenggok seperti di catwalk. Setan bertanduk, meniup pikiranku sepanjang Ica menuju mobilku.
āHey Mas Dandy, gimana khabarnya?ā tanya Ica.
āBaek Icaā jawabku singkat.
āSudah lama ya Mas Dandy tunggunya,ā ia membuka percakapan.
āBelum kok Icaā jawabku singkat.
Tanpa panjang lebar, aku langsung menuju hotel yang sehari sebelumnya aku sudah booking. Dan parfum dengan aroma melati sangat megganggu birahi kelaki-lakianku. Setan bertanduk semakin aktif mengetuk pikiran kotorku untuk langsung bercinta dengannya.
Sesampai di hotel aku langsung minta kunci dan menuju kamar lantai 2 nomor 222.
āLho Mas kenapa kok booking yang 2 bed?ā tanya Ica.
āLho memangnya kenapa?ā aku berlagak bengong.
āIca pengennya yang satu bed, supaya bisa berduaan,ā jawab Ica polos.
Walaupun setan sudah pada meringis diatas kepalaku dan bilang, yes! tetapi aku berusaha cool di depan Ica dan sedikit berkata bijak bagaikan orang tua.
āIca, kita tidak untuk macam-macamkan di kamar ini?ā balasku bertanya.
āYa sudah deh Mas, aku mau mandi dulu yaā jawab Ica kesal.
15 menit lamanya Ica mandi, akhirnya pintu kamar mandi terbuka dan begitu kagetnya aku, ketika Ica hanya mengenakan daster yang tipis tanpa menggunakan BH dan CD, sehingga nampak jelas sekali puting yang kecil menonjol di balik daster tipisnya. Tanpa melihat gelagat Ica yang semakin membuat detak jantungku semakin cepat, aku langsung ambil handuk dan mandi.
Malam semakin larut dan hampir 3 jam aku di dalam kamar berdua dengan Ica, detak jantungku semakin kencang tatkala Ica sesekali sengaja menyentuhkan tangannya di pundakku. Adik kecilku berontak dengan keras ingin keluar dari celanaku.
āMas, malam ini kamu manis banget sih,ā kata Ica memuji.
āAh kamu bisa ajaā jawabku agak gugup.
Karena pertanyaan itu disampaikan hanya dengan jarak 20 centi dari mukaku sehingga bau harum di wajahnya begitu menggelitik syaraf kelaki-lakianku.
āMmm bagaimana⦠ā belum selesai aku tanyakan sesuatu tiba-tiba tubuh kecil Ica sudah berada dipangkuanku. Sehingga memudahkan dia untuk mencium bibirku. Sedangkan posisiku sendiri sangat tidak menguntungkan untuk membalas ciuman Ica, karena posisi tanganku menopang tubuhku.
āMmm⦠Mas⦠Aku suka kamu,ā kata Ica sambil melanjutkan ciuman mautnya.
Aku tidak bisa menjawab sepatah kata apapun karena memang serang bibir tipis Ica menggelontor bibirku bertubi-tubi. Perlahan tapi pasti, aku mulai merubah posisiku untuk terlentang di ranjang sehingga tubuh mungil Ica dengan mudah naik diatas tubuhku.
Aku rasakan perutku mulai basah dengan cairan yang mulai menetes dari vagina Ica. Karena dari tadi dia sudah tidak memakai celana dalam sehingga saat duduk diperutku, aku merasakan betapa halus bulu-bulu di selangkangan gadis ini. Tanganku mulai membelai punggung dan tengkuk Ica, sehingga hal itu membuat birahi Ica mulai terkoyak.
Dari mulutku Ica mulai merambat kebawah, menjilati puntingku hingga membuat darah aku berdesir dengan kencang.
āIca⦠Geli sayang⦠ā aku merintih.
Ica sepertinya semakin bernafsu mendengar rintihan aku, dan semakin berani saja gadis ini memainkan lidahnya disekitar perutku. Tubuhnya semakin kebawah dan sampailah wajah nya di atas selangkanganku, dengan satu gerakan saja, celana adidas yang aku kenakan langsung tertanggal.
āMas⦠Aku suka penis kamu⦠Gila besar sekaliā puji Ica dan setelah itu langsung saja mulutnya yang tipis mulai mendarat di batang kemaluanku.
āOohhh⦠ā aku merintih dan mnggelinjang saat mulut Ica mulai melahap penisku yang sudah mulai mengencang. Sesekali tangan yang lentik mengocok batang kemaluanku.
āAaow⦠Sakit sayangā jeritku saat giginya mengenai kepala penisku.
Aka hanya menikmati jilatan, hisapan dan kuluman bibir Ica yang tipis sembari aku menengok kebawah melihat Ica yang lagi asyik mengoral penisku. Duh alamak, ini gadis kok jago banget oral sex nya. Awas ya aku balas nanti kalo gadis itu sudah puas menghisap penisku. Disaat aku membayangkan apa saja yang bakal aku lakukan dengan gadis kecil ini, tiba-tiba Ica bangkit dari selangkanganku dan berdiri.
āMas. Ica sudah nggak tahan⦠Aku masukin ya?ā tanya Ica sambil melepas penisku dari mulutnya.
āIca, Mas tidak mau, jika kamu masih virgin,ā aku berusaha jelaskan masalah prinsipku tentang keperawanan seseorang.
āMas, Ica ingin banget⦠Ica sudah pernah lakukan kok sama pacarkuā jelas Ica tidak mau kalah.
āKamu seriusā¦?āā tanyaku bingung.
āPercaya sama Ica Mas, aku sudah tidak virgin kok,ā sambil berkata seperti itu, Ica langsung berdiri diatas tubuhku. Tangannya yang lentik memegang penisku yang berdiri kencang untuk diarahkan ke lubang vaginanya.
āBlesssā¦ā suara penisku mengoyak vagina Ica.
āUghhh, Masā¦ā kepala penisku langsung membuka lubang sempit di selangkangan Ica.
āGila, enak sekali punya Mas⦠aakkhā Ica menggerinjang sembari mulai berusaha memasukkan seluruh batang kemaluanku.
Aku merasakan lubang surgawi milik Ica sangat sempit sekali, sehingga aku merasakan sesuatu yang menjepit batang kemaluanku.
āMas⦠mentok nih, gila banget⦠padahal belum masuk semuaā¦ā rintih Ica.
āGila Mas punya kamu panjang⦠Eenaak Masā rintih Ica.
Beberapa kali Ica menggerakkan tubuhnya naik turun, tiba-tiba Ica mulai mempercepat pergerakkannnya diatas tubuhku yang naik turun.
āMasss⦠Icaaa⦠Mau⦠Daapett⦠Maasss⦠ā rintih Ica.
Karena memang penisku tidak bisa masuk seluruhnya (hanya menyisakan 2 cm saja), sambil bergerak naik turun tangan Ica berusaha menahan tubuhnya dia tas dadaku.
āMas⦠Aaampunn⦠Akuuu nggak tahan lagi⦠ā rintih Ica.
āMas⦠Dandy⦠Ica keee⦠luuaarrr⦠ā bersamaan dengan rintihan panjang Ica sesuatu aku rasakan menyiram batang kemaluanku.
āSssurrr⦠ācairan yang terasa banyak membasahi selangkan aku.
Tubuh Ica langsung terkulai lemas dengan permainan tadi sehingga dia terlentang sambil menutup mata, merasakan sisa-sisa kenikmatan yang sudah diraihnya. Tanpa memberi nafas sedikitpun, aku mulai membungkuk di atas dada gadis yang masih belia ini. Dengan sentuhan yang penuh perasaan, lidahku mulai memainkan puntingnya yang masih mengencang besar. Aku berusaha membangkitkan gairah Ica yang sudah mulai terkulai lemas.
āMas⦠Kamu hebat⦠Ughhh,ā pujian Ica tidak sampai selesai karena gigiku yang nakal mulai menggigit punting Ica dengan mesra. Aku membiarkan kedua tangannya menggapai kepalaku yang sedang asyik menikmati puntingnya yang kencang. Maklum, Ica tergolong cewek yang tidak mempunyai payudara sehingga puntingnya lebih dominan.
Semakin lama, mulutku yang liar mulai membalas perlakukan Ica saat mencumbui aku sebelumnya. Sesekali tubuhnya yang kurus menggelinjang hebat saat aku mainkan pusar perutnya dengan lidahku, hal ini membuat kedua pahanya terbuka lebar. Kesempatan itu tidak aku sia-siakan, wajahku langsung menangkap bongkahan daging dengan rambut yang begitu halus. Dengan satu kali gerakan, kedua tanganku sudah bisa mengunci kedua pahanya diatas pundakku.
āMmas⦠Gelii⦠Ampun⦠Ooohh,ā Ica hanya bisa merintih saat klitorisnya aku mainkan dengan lidahku. Sesekali aku mencium bau wangi bekas cairan Ica yang sudah keluar saat permainan pertama. Dan hal itu menambah birahiku untuk melumat habis seluruh cairan yang mulai meleleh kembali dari lubang kewanitaanya. Sesekali pinggul Ica yang mungil ikut terangkat keatas, mengikuti hisapan mulutku di selangkangannya. Beberapa saat kemudianā¦
āMas⦠Ammpun⦠Aku mau keluar laagi⦠Mmassā kedua tangan Ica membenamkan wajahku dalam-dalam diantara kedua pahanya. Bersamaan dengan itu pula cairan putih meleleh dengan deras dari ujung lubang kewanitaanya. Dengan sedikit liar, aku minum semua cairan yang keluar dan aku jilatin sampai bersih kembali tanpa ada cairan sedikitpun.
āCapek sayang⦠ā tanyaku.
āKamu benar-benar gila Mas⦠Hebat banget kamu,ā puji Ica.
Belum selesai dia memeujiku, aku langsung mengangkat tubuhnya yang langsing dan sedikit kurus. Sekali angkat tubuhnya langsung berhadapan dengan tubuhku, dengan cekatan penisku aku tancapkan ke lubang vagina Ica,
āMmas⦠Aduh⦠Kamuu benar-benar nakalā¦,ā kata Ica manja.
Kedua tangan Ica menggelayut dileherku sedangkan kedua kakinya mengunci pinggulku, sehingga hal ini memudahkan penisku menerobos masuk di lubang vaginanya.
āSlep⦠Slep⦠Slep⦠ā terdengar penisku bergerak keluar masuk lubang Ica. Kedua tanganku menahan bongkahan pantat Ica yang tidak begitu besar, untuk memudahkan pergerakan keluar masuk penisku. Karena tubuh Ica yang ringan memudahkan aku untuk berhubungan sambil menggendong Ica.
Posisi ini aku pertahankan sampai, Ica orgasme yang ketiga kalinya.
āMasss⦠Aku⦠Keluar lagi⦠ā sambil berkata demikian Ica berusaha mendekap tubuhku erat-erat sedangkan tubuhnya tidak bisa mendekat tubuhku karena memang terganjal penisku yang panjang.
Disaat tubuh Ica turun dari gendonganku, aku sedikit mendorong tubuhnya untuk menghadap ke dinding. Sambil aku bisikan kata yang mesra di telinganya
āAkan kuberikan semua kenikmatan malam iniā rayuku.
āMasss⦠ā desah Ica.
Kaki Ica aku buka lebar, sehingga memudahkan aku untuk penetrasi melalui belakang.
āBlesss⦠ā batang kemaluanku kemabli menghujam lubang Ica yang masih terengah-engah. Kedua tanganku memegang pinggul Ica dari balakang, sehingga memudahkan aku untuk bergerak maju mundur. Kedua tangan Ica menahan tubuhnya di dinding kamar.
āMas⦠Eennakk sekali⦠ā rintih Ica.
āKamu memang⦠Jagonya Mas⦠Uuuhhh,ā berkali-kali Ica merintah tetapi hal itu tidak menghentikan permainan aku yang semakin gila saja.
Setelah puas dengan posisi seperti itu, dengan memeringkan tubuh Ica yang masih berdiri, aku angkat kakinya satu sehingga aku bisa memasukkan penisku dengan leluasa.
āCrek⦠Crek⦠Crekk⦠ā suara penisku yang sudah mulai dibasahi oleh cairan Ica yang begitu banyak meleleh, sampai menetes di pahaku.
āMas⦠Kamu.. Pandai sekali membuatku melayang⦠Aaahh⦠Uuuhhhā
āSayaang⦠Aku⦠Nggaa⦠Tahannā¦ā untuk yang kesekian kalinya lubang kewanitaan Ica mengucurkan cairan putih pekat dibatang kemaluanku.
Setelah aku puas, akhirnya aku membopong tubuh Ica dan meletakkan di pinggir ranjang. Kali ini aku melakuakn doggie style, aku semakin bergairah untuk bermain dengan beberapa variasi dalam bersetubuh.
āHekkk⦠ā muka Ica dimasukan dalam-dalam diatas bantal ketika penisku menghujam kesekian kalinya.
āOohh⦠Ica⦠Punya kamu asyik bangetā¦ā puji aku.
Sambil menggerakkan maju mundur tubuhku dibelakang tubuh Ica, aku melihat jelas kucuran keringat dari tubuh kita berdua.
Sampai akhirnya Ica mnejerit panjang dibarengi kedua tanganya meremas sprey hotel dengan kencang.
āMasss⦠Aaammppunnnā¦ā gigi Ica menggigit bantal dengan kencang.
āAku juga mau keluar sayang⦠Icaā¦?ā aku mendesah kenikmatan
āOoo Ica⦠Mau dikeluarin dimana⦠aakhh,ā aku bergerak semakin cepat memasukkan penisku.
āDi dalam aja sayang⦠ā pinta Ica.
āJangan aku nggak mau⦠Cepet sayang aku sudah mau keluar nih⦠ā desahkan.
āIcaaa⦠Aaakhhhā aku ssegera melepas penisku dari lubang vagina Ica dan dengan seketika membalikkan badannya hingga mulutnya pas didepan penisku.
Bagaikan di film-film BF yang pernah aku lihat, Ica langssung melumat habis penisku.
āCrutt⦠Crut⦠Crut⦠ā entah berapa kali semburan spermaku dalam mulut Ica, aku hanya merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Semburan demi semburan, Ica seperti tidak mempedulikan lagi. Gadis itu tetap mengocok, mengulum dan menghisap dalam-dalam penisku. Terlihat jelas spermamu menetes kelaur dicelah bibirnya yang mungil dan belum sampai jatuh, lidahnya berusaha menjilat kembali.
āMmm⦠Aku suka sekali sperma kamu Masā¦ā kata Ica sambil menelan seluruh spermaku yang sudah keluar.
Sambil menjilati sisa-sisa sperma yang masih menempel di batang kemaluanku,
āMa kasih Mas⦠Kamu memberikan apa yang selama ini aku impikanā kata Ica.
āSelama ini pacarku tidak pernah memberikan ini semua, asal dia sudah keluar ya sudah tanpa harus mikirin akuā jelas Ica.
Malam itu kami tidur berpelukkan sampai pagi dengan keadaan telanjang bulat, aku sudah tidak ingat lagi berapa kali memberikan kepuasan terhadap Ica. Akan tetapi yang membuat diriku bangga adalah, aku bisa memberikan kepuasan kepada pasangan aku. Karena buat aku sex bukan milik pria seorang tetapi milik kedua pasangan yang melakukkannya.
Paginya Ica membangunkan aku tepat pukul 06.00
āMas⦠anter aku ke terminal ya, aku harus balik nih,ā pinta Ica.
āOke, yuk kita segera bersiap-siapā ajakku.
āMas, kamu janji ya berikan aku seperti ini setiap aku mau,ā kata Ica.
āIya sayang, selama kamu mau⦠Aku akan berikanā jawabku penuh harap.
Sambil berkata demikian kita berdua menuju kamar mandi untuk mandi bersama. Dan di kamar mandi, untuk sekali lagi kita melakukan hubungan sex yang sangat fantastis di bawah guyuran shower. Dan entah berapa kali Ica mereguk kenikmatan saat itu. Yang pasti hari itu begitu hebat permainan yang aku lakukan denagn Ica.
Setelah siap, aku check out dan meluncur kearah terminal Bungurasih.
āKamu hati-hati Icaā sambil aku kecup keningnya.
āTerima kasih Mas buat permainan semalam dan tadi pagiā kata Ica berterima kasih.
āKamu memang luar biasa Masā puji Ica.
Akhirnya tubuh Ica yang semampai bergegas meninggalkan mobilku untuk menuju ke antrean bus menuju kota K. Lambaian tangannya berkali-kjali melambai seiring dengan tubuhnya yang hilang ditelan keramaian terminal.
Hari ini menyisakan cerita yang maha dahsyat karena permainan sex aku yang bisa diterima oleh pasangan aku. Setelah hari itu, kita berdua sering saling calling, saling perhatian, saling share dan sering juga janjian untuk sekedar melepas kangen dan diakhiri dengan permainan sex.
Ica, salah satu teman chating aku yang sekarang entah kemana perginya. Semoga kamu bisa mengenang masa-masa indah kita saat berdua. Dan aku masih berharap kamu kembali datang dihari-hariku untuk mereguk kenikmatan bersama.
E N D


