Ketua Osis Jadi Korban Budak Seks
Cerita Dewasa · 18+
Suatu pagi di sebuah Sekolah Negeri ternama terlihat sibuk aktivitas di sekolah. Semua murid baru saja berdatangan untuk menimba ilmu disekolah mereka, tak terkecuali dia. Ia adalah Meriana sang ketua OSIS sekaligus siswa berpengaruh sepanjang sejarah sekolah SMA Negeri 3 ******.
Bagaimana tidak semenjak ia menjadi ketua OSIS banyak sekali event â event besar yang diadakan di sekolah. Mulai dari konser musik dengan artis papan atas hingga menjadikan sekolah sebagai tuan rumah pada suatu kompetisi bagi sekolah elit lainnya di kota. Selain itu fasilitas kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya juga diperbaiki semua karena hasil jerih payahnya. Namun itulah yang terlihat dari depannya saja, kisah gelap di balik itu semua ada di dalam cerita ini.
Merriana setelah turun dari mobilnya tidak langsung menuju ke kelas tetapi langsung ke ruang kerja OSIS dimana sudah ada sekitar 20 anggota yang menjadi tim suksesnya. Jangan bayangkan bahwa ruangannya hanya ukuran 4 X 4. Ruangan OSIS Merriana sungguh luas dan didalamnya sudah ada beberapa fasilitas seperti meja bundar seperti dalam konfrensi serta proyektor yang siap digunakan untuk membahas kegiatan â kegiatan yang dilakukan, bahkan tak ketinggalan AC di dalamnya. Pagi itu mereka langsung membahas mengenai kegiatan acara yang akan diadakan bulan ini dan bulan âbulan berikutnya. Merriana benar â benar seorang Dewi yang turun dari khayangan dan telah memberkati sekolah itu menjadi sekolah yang terpandang.
Selain itu kecantikannya sangat luar biasa sangatsuituntuk menggambarkannya dengan kata â kata, namun bisa dijelaskan secara sederhana. Wajahnya sangat cantik dan imut. Rambutnya panjang terurai dan hitam lurus terawat. Bodynya begitu indah seperti sudah diciptakan oleh Tuhan dengan proporsional. Payudara yang montok namun diimbangi dengan pinggulnya yang juga semok sehingga bila diliha dari belakang tubuhnya seperti biola yang sangat indah dipandang. Apalagi seragam sekolahnya sangatlah ketat sehingga payudarnya terlihat menonjol serta rokabu â abunya yang pendek kira â kira 20cm diatas lutut dan juga ketat sehingga pinggulnya terlihat semok.
Tak ketinggalan kaos kaki panjang yang menutupi betisnya dan sepatu kets. Maka jangan pernah berhayal untuk menjadi pacarnya karena semua tidak ada berhasil menembaknya, bahkan pdkt dengannya sangatlah mustahil. Bagaimana tidak, baginya anak â anak disekolahnya itu hanyalah anak biasa yang tidak memiliki daya tarik baginya. Setiap ada yang mau mengajaknya berkenalan selalu tidak dihiraukannya. Tetapi Merriana lebih tertarik dengan pria yang lebih tua dari dirinya. Hingga suatu saat ada seorang anak yang sangat cupu bernama Brian. Ia ingin sekali bisa berdekatan dengan Merriana. Brian adalah lelaki yang cupu dari kacamata tebal yang ia gunakan, rambut yang terlalu rapi dan bajunya yang dimasukkan ke celana. Ia mencoba beberapa cara PDKT mulai dari via pesan singkat, chatting, social media namun tak satupun yang dibaca oleh Merriana. Ia juga berusaha untuk menelpon Marriana.
âhallo, ini Merriana yaâ sapa Brian lewat telepon
âiya, dengan siapa yahâ Jawab Merriana dengan suara yang lembut seolah nyanyian dari surga
âmmmmâŠ. Gue BrianâŠ.â Brian mejawab dengan terbata â bata karena gugup
âhah, Brian siapa ya? Gue gak punya temen yang namanya Brianâ Ujar Merriana dengan nada yang ketus kali ini
âmmmm⊠jadi gue pengen kenalâŠ.â Kata Brian lagi dengan gugup
Belum sempat meneruskan perkataannya Merriana menjawab â Sorry ya, gue gak ada waktu buat kenalan sama cowok gak jelasâ
âtutâŠtutâŠtut..â suara telepon terputus
Hati Brian hancur karena baru awalnya saja sudah sulit seperti ini,tetapi ia masih tidak menyerah dia akan melanjutkkannya besok lagi.
Keesokan paginya Brian menunggu sesorang di sebuah parkiran mobil. Ternyata ia menunggu Merriana di parkiran eksklusif khusus untuk Merriana. Langsung saja ada sebuah mobil sedan sport menuju ke arah parkiran tersebut dengan kencangnya. Saat Merriana keluar dari mobil langsung saja Brian menghampirinya.
âMerr, gue Brian yang tadi malam telpon kamuâ Kata Brian agak gugup
âmmm, ada apa BrianâMerriana mulai menanggapinya dengan posisi bersandar di mobil sambil menyilangkan tangannya ke dada.
âgue pengen kasih ini ke kamuâ Brian memberikan sepucuk bunga untuknya
âwow, terima kasih Brianâ Merriana pura âpura menerima bunga itu dan menciumnya
âiya sama â samaâ Kata Brian lagi dengan terbata â bata
âoke gue mau ke kelas duluâ Kata Merriana sembarilengsung meninggalkan tempat itu
âYesssâ Brian sangat senang sekali akhirnya bunga itu diterima oleh Merriana
Brian tidak tahu bahwa sebenarnya Merriana sama sekali tidak tertarik dengannya. Bunga yang ia terima dari Brian langsung ia lempar ke tempat sampah tanpamemikirkan perasaan yang tulus yang diberikan oleh anak yang memang tidak ganteng itu. Tetapi disisi lain Brian sangat senang dan mengeatakan kesemua temannya satu kelas.temannya hanya tersenyum sedikt untuk menghiburnya karena mereka sudah tahu bahwa bunga itu pasti dibuang. Tidak dengan sahabatnya Sandy yang menangapinya dengan serius dan merasa sangat senang. Sandylah yang selama ini memberikan semangat kepada sahabatnya itu untuk mendekati Merriana.
âSob, berhasil, semuanya karena elo Sobâ Ujar Brian sambil memuji sahabatnya itu
âoh ya, gitu dong itu baru temen gue, terusin Bro jangan nyerahâ kata Sandy yang masih memberi semangat kepada sahabatnya itu.
âeh ada apaan nihâ Gery datang salah satu sahabat mereka
âgini Ger, gue abis kasih bunga ke Merry, dan doi terima bunga gueâ ujar Brian dengan wajah yang berbunga â bunga
âhah,serius lo,selamat deh buat loâ Gery pun sahabat akrabnya juga memberikan selamat padanya
Ketiga sahabat itu sangat bahagia dengan hal itu dan merayakannya bersama.Sepulang sekolah Sandy lewat di depan kelas Merriana dan mau membuang sampah. Dia kaget ada bunga mawar merah di dalamnya. Lalu ia langsung menghampiri sahabatnya Gery.
âSob, sini gue kasih tahuâ ujar Sandy
âapaan?â Tanya Gery
ânih lihatâ Sandymenunjukkan bunga itu
âloh tuh bunga kanâŠ.â Gery
âsttttâŠkita kagak usah kasih tau Brianâ kata Sandy
âmmm, oke gue ngertiâ jawab Gery
âOi, Sob kalian ngapain, ayok pulangâ tiba â tiba Brian datang
âwah elo udah ditungguin jugaâ Gery menjawab
Sandylangsung memasukkan bunga itu ke tasnya agar tidak melukai hati sahabatnya itu.âayo deh kita cabutâ Sandymengajak
âokeâ jawab mereka serentak
Saat mereka pulang dan Brian sudah tidak ada,Sandy dan Gery mulai membicarakan masalah ini.
âdasar tuh cewek, gue gak terimas sahabat gue dilecehinâ ujar Sandysambil menatap bunga itu dengan penuh kekecewaan
âhmmm, ya mau gimana lagi sob, Merry emang orangnya kayak gitu, tapi gue bener â bener gak habis pikirâ Gery juga mengungkapkan kekesalannyaâya udah, yang penting besok kita nasehatin aja sahabat kita ituâ Kata Sandy dengan mencoba bersabar
âYoi Sobâ Gery mengiyakan
Keesokan harinya Brian ingin menemui Meriana di ruang OSIS. Saat ia di dekat ruangan ia mendengar percakapan antara Merriana dengan teman â temannya.
âeh, Mer denger â denger lo dapet bunga dari anak cupu siapa tuh namanyaâ kata teman Merriana
âoh, kalo iya emang kenapa?â Merriana menjawab seolah tidak peduli
âya gak papa sih, tapi kayaknya tuh cowok seneng banget waktu bunganya lo terimaâ kata teman Merriana
âbodo, emang gue pikirinâ Merriana menjawabnya dengan enteng
âhahaha, elo emang suka bikin sensasi Mer, gue kira lo mau sama tuh cowokâ kata temannya seolah meledek Merriana
âcih najis gue, masak gue mau sama cowok yang tampangnya kayak cecurut gituâ kata Merriana menjelek â jelekkan Brian
Sontak suasana menjadi penuh tawa dari teman â teman Merriana. Brian yang mendengar itu langsung pergi meninggalkan tempat itu karena tidak mau ia terlalu banyak menerima sakit hati. Begitulah sosok asli Merriana di balik kegemilanganya dalam memimpin Organisasi Intra Sekolah. Tetapi Tuhan maha tahu dan akan segera membalaskan tindakannya. Suatu saat OSIS akan mengadakan event yang spektakuler sehingga membutuhkan dana yang cukup besar untuk itu. Semua anggota OSIS sangat kebingungan ternyata budget untuk mengadakan event tersebut sangatlah besar, tetapi Merriana dengan mudahnya berkata
âcuman duit segitu doang, ntar kita pasti dapetâ ujarnya menenangkan anak buahnya
âserius lo Mer, ini bisa sampe seratus juta loâ kata mereka
âudah sini proposalnya ntar gue ajuin ke kepala sekolahâ kata Merriana
âoke Mer, kalo elo pasti bisa di andalinâ kata mereka memberikan semangat
Sebenarnya ada sesuatu di balik itu semua,hal ini akan diceritakan pada awal âawal Merriana menjadi ketua OSIS. Saat itu Ia mengadakan kegiatan di sekolah, dan mengajukan proposal angaran kepada Pak Sasongko selaku Kepala Sekolah.
âpermisi, Pakâ sapa Merriana diluar pintu
âiya, silahkan masuk, ada yang bisa bapak bantu?â ujar Pak Sasongko
âjadi begini, kami dari OSIS akan mengadakan kegiatan sebagai berikutâ ujar Merriana sembari mengajukan proposal
âhmmm, coba bapak lihat proposalnya duluâ
âiya,ini Pakâ Katanya sambil menyerahkan proposal itu
Setelah beberapa kali Pak Sasongko membuka buka halaman ia sampai pada anggaran,lalu beliau menutupnya kembali.
âwah, maaf nak, angaran di Proposal kamu terlalu besar jadi kami tidak bisa memenuhinyaâ Pak Sasongko menolak
âmenurut kami anggaran seperti itu tentunya Sekolah yang elit inii bisa memenuhinya Pakâ Ujar Merriana berusaha
Setelah mereka saling berunding akhirnya Pak Sasongko mengatakan, baiklah kalau begitu nanti sepulang sekolah datang ke rumah bapak, nanti akan saya pertimbangkan lagi.
âhah, sunguh, baikPak nanti saya akan kesanaâ Meriiana sangat senangmendengar sambutan itu
âiya, tapi kamu harus datang sendirian yaâ Kata Pak Sasongko
âmmm, Baik Pak, terima kasihâ Ujara Merryana yang masih sempat bingung
Sepulang sekolah Merryana langsung menuju rumah Pak Sasongko untuk mendapatkan perstujuan anggaran proposal itu.
Pak Sasongko
âoh kamu Merry, silahkan masukâ Pak Sasongko membukakan pintu
Merriana langsung masuk dan melihat rumah Pak Sasongko yang ternyata tidak ada penghuninya sama sekali. Dan di rumah itu hanya ada mereka berdua saja. Merriana langsung duduk di sofa, tetapi dia tidak menutupi pahanya sehingga menjadi pemandangan bagus buat Pak Sasongko yang sudah lama menginginkan hal itu. Pak Sasongko sudah lama menduda karena bercerai dengan istrinya dan anak â anaknya pun dibawa oleh istrinya juga.
âjadi bagaimana anggarannya Pakâ Merryana membuka pembicaraan
âjadi begini Merry, bapak akan menerima proposal kamu, asalkanâ kata Pak Sasongko sambil memandangi tubuh indah Merriana
âasalkan apa Pak?â Merriana bertanya dengan bingung
âasalkan kamu mau melayani bapakâ kata pak Sasongko sambil langsung merangkul tubuh Merriana
âtidak Pak, tolong lepaskan sayaâ Merriana berusaha melepaskan rangkulan tangan Pak Sasongko
âayo dong Merriana, bapak pasti akan berikan dana berapapun buat kamu asal kamu mauâ ujar Pak Sasongko merayu Merriana
âmmm,tapi Pak saya mohon janganâŠ..mmmmmhhhâ Merriana mencoba bernegosisasi dalam posisi seperti itu namun terlambat bibirnya sudah dicium oleh Pak Sasongko.
âsudahlah Merry, bapak hanya minta hal ini saja, kamu pasti tidak mau kan acara ini berakhirâ ujar Pak Sasongko merayunya lagi
Merriana akhirnya mau melakukan hubungan seks dengan pria paruh baya itu. Apalagi ternyata Merriana tampak menikmatinya karena penis Pak Sasongko sangat besar dan membuatnya ketagihan.
âah ah ah ahâ Meriana mendesah seolah menikmati persetubuhan itu
âbagaimana, Merry, akhirnya kamu menikmati juga kanâ ujar Pak Sasongko menghibur Merriana
Merriana hanya mengangguk saja karena ternyata ia sangat menyukai hubungan seks dengan pria yang lebih tua darinya.
Itulah awal cerita mengapa kegiatannya selalu berhasil, karena ia selalu bisa melayani nafsu Kepala Sekolahnya,sehingga anggaran biaya berapapun selalu disetujui oleh sekolah.Kini ia harus menepati janjinya pada teman â temannya untuk memenuhi anggaran yang ada di proposalnya. Seperti biasa ia langsung menuju ke ruang Kepala Sekolah. Pak Sasongko langsungmempersilahkannya masuk.
Hari itu adalah hari sabtu, sehingga seragam sekolah Merriana berbeda dari hari biasanya. Ia mengenakan kemeja putih dan rok putih bermotif kotak â kotak yang sangat pendek hingga 20 cm di atas lutut dan dasi panjang dengan motifsama. Pada hari itu ia tak menguraikan rambutnya, tetapi mengikat rambutnya ke belakang sehingga memudahkan rencananya untuk memperoleh anggaran.
âBaik Merriana kamu pasti tahu kan apa yang harus kamu lakukanâ kata Pak Sasongko
âhehe, iya donk Pakâ Merriana mengiyakannya
Langsung saja ia membuka kancing bajunya dan melepaskan rok putih kotak âkotaknya. Melihat hal itu Pak Sasongko langsung mendekapnya dan memelintir payudara siswi kesayangannya itu.
âmmmhhh aaaaaaahhâ Meryana merasakan pijahan dan piliran di payudaranya. Cerita Hot
Setelah beberapa lama Merryana disuruh untuk menghisap penis Pak Sasongko. Merriana yang sudah terbiasa, menghisap penis orang tua itu dengan sangat lahapnya.
âsluuup,, mmh sluuupâ Meriana erus menggerak gerakkan kepalana
âaaaahhhh, hisapan kamu semakin bagus saja Merrianaâ puji Pak Sasongko
Setelah dihisap kini gantian Pak Sasongko membuat Merriana berorgasme. Ia menyuruh siswinya itu duduk di sofa yang ada di kantornya itu. Sambil terus mengobok â obok vagina Merriana.
âaaaah aaaah ya Bapak aaaaahhâ Merriana sangat menikmatinya dan sambil menyandarkan tubuhnya di sofa sambil merem â merem seolah tak terbayangkan kenikmatannyaSetelah selesai mengeluarkan cairan orgasme, Ia disuruh menungging dan berpegangan diatas meja.
Langsung saja penis pak Sasongko menghujam vagina yang sudah siap itu. Vagiana Merriana, seolah sudah sangat hot dan sudah banyak mengeluarkan cairan orgasme sehingga saat disetubuhi kepala sekolahnya sampai mengelurkan suara. Hampir setengah jam, dan bel istirahat pun telah terlewat, akhirnya Pak Sasongkko juga sudah mencapai batas langsung mengeluarkan spermanya ke dalam vagina Merriana. ia pun sudah tidak takut kalau hamil karena ia sudah tahu celah yang tepat waktu kesuburannya serta ia juga mempunyai obat yang bisa menghentikan pertumbuhan embrio. Setelah itu akhirnya ia masih ngos ângosan tapi dari ekspresi wajahnya ia amatlah senang sekali. Lalu Pak Sasongko tanpa pikir panjang langsung menandatangani proposal itu. Setelah itu ia keluar ruangan dan memberitahukan kepada teman â temannya bahwa acara yang diselenggarakan pasti akan sukses.
Merriana dan Pak Sasongko sepertinya tidak mengetahui bahwa dari tadi mereka telah diintip oleh siswa lainya yang kebetulan lewat. Mereka mendengar suara aneh, langsung saja mereka curiga. Semua ruangan sudah ditutup akhirnya mereka mencari cara, dan hasilnya adalah ventilasi masih terbuka. Mereka akhirnya bisa melihat aksi skandal itu, seolah sedang menonton video porno secara live. Tak ketinggalan mereka merekam kejadian tersebut dengan ponsel mereka. Anak â anak yang memergoki hal itu adalah Sandy, Gery dan Brian. Setelah berhasil merekam skandal itu mereka berunding, kali ini mereka mengajak teman â teman yang lainnya yang hatinya pernah tersakiti oleh Merriana, dan akhirnya sepakat untuk memberikan serangan belasan kepada gadis yang sombong itu. Sepulang sekolah salah satu anak menuju ruang OSIS, anak itu adalah Sandy. Di ruangan itu sudah ada Merriana yang sedang mengetik sesuatu di notebooknya dan untungnya ia sedang sendirian.
âpermisi, gue boleh masuk gakâ Sandymenyapamereka
âeh, siapa lo, emang ada apaanâ kata Merriana
âgue mau ngomong bentar sama lo Mer â ujar Sandydengan mata yang tajam karena yakin ia berani melawan
âemang lo mau ngomongin apaanâ Merriana menanggapinya dengan nada yang sedikit cuek
âgue mau ngomong soal, antara Lo sama Kepsekâ ujar Sandymasih berbasa â basi
âgue gak ngerti apa yangelo omonginâ Merriana masih mencoba pura â pura
âoh jadi gitu, gimana kalo gue buktiin aja sendiriâ kata Sandy sambil menunjukkan video di handphonenya
âhah, tidaaaak, gak mungkin, elo!!!â Merriana sangat terkejut melihat vidio itu.
âhmm gimana, lo pasti suka kan kalo semua orang tau, ternyata elo bisa dapet anggaran proposal dari hasil jadi pecun doang,, hahahahaâ Sandy meledeknya
âbrengsek lo, pliss jangan sebarin tuh vidioâ Merriana mulai merengak
âudah gini aja, kamu selesaikan tugas kamu dulu, setelah itu gue tunggu elo diruang kelas gue, di XI IPS 1â ujarnya memberikan penawaran
âemang mau ngapain..udah lo ntar bakal tau sendiriâ Sandy membuat penasaran
âudah ya gue cabutâ Sandy meninggalkan ruangan
Setelah selesai dengan tugas nya Merry langsung bergegas meninggalkan ruangan dan memakai tasnya sehinga nanti ia bisa langsung pulang. Ia langsung menuju ke kelas yang dimaksud Sandy. Ruang kelas itu terlihat sudah tutup tapi ia langsung membukanya. Sunguh sangat kaget ternyata di kelas itu sudah banyak anak yang datang. Bahkan salah satu di antara mereka telah memutar video di notebook mereka.
âweits, selamat datang Merry sang ketua OSIS kitaâ sambut mereka dengan tertawa jahat
âkalian, apa yang kalian lakukanâ Merriana kaget dengan tindakan mereka
âlo kagak usah takut, mereka sudah tau semua kok kebusukan eloâ ujar Sandy
âgue kagak terima, cepat serahin vidio itu atauâŠâ Merriana mencoba menyerang mereka
â atau apa,emang apa yang bisa lo lakuin, gue bakal sebarin tuh vidio ke semua anakâ Gerry mengancam balik
âmmm, pliss jangan lakui itu, gue mau bayar berapapun ke kalianâ ia mulai memelas
âhahahahahahâsemua anak di ruangan itu mulai tertawa
Merriana hanya terdiam mendengartertawaan itu. Tiba âtiba ada seorang anak langsung mendekap tubuhnya dan memeras âmeras payudara Merriana.
âaaaaaahhhh, lepasin gueâ Merriana berteriak
âMerry, saat ini kita kagak butuh duit lo, kita cuman mau body lo ajaâ ujar anak yang memegang tubuh Merriana dan masih meremas â remas payudaranya.
âaaaaaah, elo kan?â Merriana kenal dengan anak itu
âiya gue,Ricky yang pernah elo tolak, padahal waktu PDKT udah nurutin semua kemauan loâ ujar Ricky mengingatkan masa lalunya.
Merriana hanya terdiam dan merasa menyesal atas perbuatannya.
âMerry, semua cowok disini adalah anak âanak yang udah lo mainin perasaannya, termasuk Brian sahabat gue â kata Sandy
âenggak, gue gak punya maksudâŠâŠ.aaaaahhhâ Merriana mencoba mengelak tetapi kini Ricky malah memelintir puting susunya.
âudah diem lo dasar perekâ Ricky mengumpat
â lo inget, gue juga pernah lo maininâ ujar salah satu anak
âenggaak plisss, gue minta maafâ ia mulai memelas
âudah terlambat pecunâ ujar anak itu sambil langsung meraih biir Merriana dan mencumbunya
âmmmmmmmmmhhhhhhâ suara Merriana saat dicumbu
âgue pengen tau memek lo udah basah ato belumâ ujaranak itu sambil memasukkan tanganya ke dalam rok Merriana
âenggaaaaak lepasin gue, dasar brengsek kalian, gue bakal aduin lo pada ke Pak Sasongkoâ Merriana mulai kesal
âhahahahahâ mereka kembali tertawa kali ini lebih terkekeh âkekeh
âMerry⊠Merrry, jadi lo mau minta tolong sama Pak Kepsek ya, lihat orangnya ada di belakangâ ujar Gery sambil menunjuk kebelakang
Merriana terkejut karena ternyata satu â satunya orang yang bisa menolongnya juga ada di sana.
âbapak, tolong Merry Pakâ Merriana memohon
âmmm maaf Merry, jika video itu sampai tersebar, maka saya bisa dipecat, Bapak tidak bisa membantu kamuâ ujar Pak Sasongko yang juga ketakutan
âudah lo udah kagak punya pilihan, sekarang lo harus nurutin apa kata kita, kalo nggak abis riwayat loâ ancam Ricky yang masih meremas remas ayu dara Merriana
Setelah terdiam cukup lama akhirnya Merriana mengiyakan.
âoke, gue ngerti lepasin gueâ Merriana menghiyakan dan melepaskan diri dari dekapan Ricky
âawas lo, kalo coba âcoba lariâ kata Gery mengancam
âgue gak bakal lari, sekarang apa mau kalianâ Tanya Merriana
âtenang kita kagak bakal apa-apain lo kok, kita cuman mau, lo cium semua cowok disini termasuk pak Sasongkoâ kata Sandy memberikan perintah
sejenak Merriana memandang semua anak dan ternyata ada sembilan orang dan salah satunya adalah Pak Sasongko
â iya terserah apa elo, asal jangan sebarin tuh vidioâ Ia mulai memelas dan diam berdiri menunggu untuk di cumbu
âhahahahahahâ mereka tertawa lagi
âMerriana yang cantik, bukan kita yang akan cium elo, tapi elo yang harus samperin kita satu persatuâ ujar Sandy sambil tersenyum licik
Merriana benar âbenar terkejut karena ia harus mengantarkan bibir indahnya untuk diciumi laki â laki cabul. Iya pun menyanggupinya dan menuju ke salah satu anak yaitu Ricky dulu.
âayo sini manisâ Ricky menggodanya.
Merriana yang sedikit takut mulai mengarahkan bibirnya kearah Rciky dan percumbuan pun terjadi
âmmmmmmhhhhhâ suara cumbuan Merriana
âhaahh, bagus sekarang ke yang lainâ Suruh Ricky
Merriana langsung menuju keanak yang lain yang juga anak yang pernah dia mainkan perasaannya.sekali lagi ia mencumbunya.
âgimana enak mana, ciuman gue ato Rickyâ tanya anak itu
Merriana tidak menjawabnya karena pertanyaan itu relatifâayo cepet jawabâ paksa anak itu
âciuman eloâ ia menjawab lirih
âapaaa, masak ciuman gue kurang sihâ Ricky memprotes dan langsung meraih bibir Merrian lagi
âmmmmmmmmmhhhhhâ teriaknya saat dicumbu kali ini lebih lama cumbuannya
âhah⊠sekarang enak mana?â tanya Ricky
âplissss, jangan mainin gueâ kini Merrianamulai menangis karena dipermainkan oleh anak â anak itu
âhaha, terusin ciumannyaâ suruh Ricky
Kini Merriana menuju anak yang ketiga, tetapi anak itu tidak langsung mencumbunya.
âSebentar, gue mau elo memohon dulu ke gueâ suruh anak itu
âtapiâŠ..â Merriana mencoba mengelak
âgak ada tapi â tapian cepet bilang, pliss gue minta ciuman lo, cepeet!â paksa anak itu
Merriana mengangguk dan mengatakan â Pliss gue minta ciuman loâ pinta Merriana terpaksa
â Ohhh so sweet, iya sayangâ ujar anak itu sembari menyambar bibir Merriana
âhah, sekarang jawab,enak mana ciuman gue atau dua anak tadi?â tanya anak itu
âsemuanya enakâ jawab Merriana agar tidak dipermainkan lagi
âhah, masak sama aja sih, ayo rasain lagiâ anak itu mencumbunya kembali
âmmmmmmmmmmhhhhhhhâ kembali Merriana berteriak dalam cumbuannya
â gimana, sekarangâtanya anak itu lagi
Merriana terdiam dan menutupi bibirnya dengan tangannya, sepertinya bibirnya sempet tergigit karena ciuman tadi begitu kasar.
âcepet jawab!â bentak anak itu
âiyaâŠ. ciuman lo paling enakâ Merriana menjawab dengan air mata menetes di pipinya karena ia merasa dipermainkan
âhahaha, denger ciuman gue paling enak ternyata sobâ Ujar anak itu memancing temannyaâaaaaah masaâ sih gimana kalo gue cium lagiâ kata anak yang sebelumnya
âwahh gue kagak terima, masak ciuman gue kalah enakâ Ricky ikut â iktuan
âsudaaaaaaaaahh hentikan,, ahahahahâ Merriana menagis tersedu â sedu karena dari tadi dijadikan bulan âbulanan
âsudah âsudah lanjutin ke anak lainnyaâ ujar anak yang ketiga menghibur Merriana
Ciuman terus berlanjut bahkan Pak Sasongkopun kebaian dan yang terakhir adalah Brian. Saat itulah Sandy menghentikannya.
âeiitsss, karna elo udah nyakitin perasaan dia karna bunganya udah lo buang, sekarang lo harus memohon ciuman dengan memberinya bungaâ ujar Sandy mempermainkannya
âtapi⊠mana bunganyaâ Merriana bertanya
âlu petik di taman depan kelasâ suruh Sandy
Akhirnya Mrriana mengambil setangkai bunga untuk diberikan pada Brian
âsekarang lo harus memohon sambil berlutut dan gak usah ngelawan ato lo mau dimainin lagiâ ancam Sandy
Karena takut akhirnya berlutut dan menyodorkan bunga pada Brian dan memohon ciuman.
âBrian, plissss gue minta ciuman loâ Merriana memohon pada Brian si anak cupu dan itu benar â benar suatu penghinaan baginya
âSebentar sebentar gue mau foto dulu, ini bakal jadi momen terindah sepanjang sejarah, sang ketua OSIS memohon ciuman pada anak cupuâ ujar Gery sambil mengambil ponsel dengan kamera resolusi tingginya
âhahahahahahahâ semua anak tertawa melihat adegan itu dan merasa dendam mereka terbalaskan
Merriana hanya bisa tertunduk malu atas apa yang terjadi pada dirinya. Brian langsung menerima bunga itu dan mengangkat Merriana berdiri dan langsung mencumbbunya. Teman â temannya langsung memotret momen yang indah bagi mereka dan memalukan bagi Merriana itu.
âsudah, sekarang kalian puasâ Merriana kesal
Mereka tertawa setelah mengerjai Merriana habis â habisan.
âSekarang gue mau pulangâ Merriana bersiap untukpulang
âeiits, lo masih punya tanggungan, lo harus layanin kita duluâ ujar Ricky
âenggaaak, jangaaaaaaaanâ Meriana berteriak karena tangganya sudah dikunci oleh seorang anak
Akhirnya semua akan melucuti pakian Merriana satu persatu mulai dari membuka kancing kemeja puthnya tanpa melepas dasinya, menarik branya hingga putus, melepaskan rok putih motif kotak âkotaknya. Dan merobek celana dalamnya. Sehinga kini Merriana bugil dengan kemaja putih yang terbuka tapi masih ada dasi yang diselempangkan ke belakangnya dan kaos kaki putih panjang yang menutupi betisnya dan spatu kets waran hitam putih. Satu persatu anak menghisap putting susu Merriana dan satunya meng obok âobok vaginanya.
âaaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaah aaaaaaahâ Merriana berteriak area sensitifnya diserang oleh mereka bahkan ada yang menggigit putting susunya.
âAaaaaaaah aaaaaaaaahâ teriakan dan tangisannya menderu di penjuru kelas
Tak ada satu pun yang tahu kejadian ini, penjaga sekolah pun sudah pulang karena ini hari sabtu. Setelah selesai membuat Merriana orgasme maka anak yang dari tadi mengunci tangan Merriana langsung menundukkan badan Meriana ke meja dan menindihnya. Kini ia bersiap untuk memperkosa ketua OSIS yang telah menjadi idola tersebut.
âaaaaaaahhhhhhhhhhhh, hentikaaaaaaaaaannâ teriak Merriana karena penis anak itu telah menghujam vaginanya
Anak itu terus memompa penisnya ke dalam vagina Merriana.
âah ah ah ahaâ tampaknya Merriana mulai menikmati hal itu
âlo bener â bener pecun, lo seneng kan dikimpoinâ kata anak itu
Merriana diam saja dan masih mendesah merasakan hujaman dari penis anak yang tak ia kenal itu.
âMerry, enak mana kimpoi sama gue atau sama Pak Sasongko?â tanya anak itu sambil terus memompa penisnya
âmmmm aaaaaah aaaah aaaaahâ Merriana tidak menjawabnya dan masih menikmati persengamaannya
âjawab perekâ paksa anak itu sambil menjambak rambutnya
âaaaaaaaaaaaah, masih enak Pak Sasongkoâ jawabnya terpaksa dan tidak enak bila dia tidak menghormati Kepala Sekolahnya
âoh jadi gitu kalau begitu cobain nihâ Anak itu malah mempercepat gesekannya agar membuat vagina Merriana kepasanasan
âaaaaaaaaaaah aaaaaaaaaaah hentikaaaaaaaaaan aaaaaaaaaah plisssssss pelan âpelaaaaaaaaaan aaaaaaaaaaaaaahâ Merriana berteriak karena vaginanya terasa seperti terbakar
âaaaaaaaah aaaaaaaaaaah aaaaaaah iya punya lo, aaaaaaaaah punya lo juga aaaaaaaaaaaaaâ Merriana mengiyakan sambil kesakitan tapi tangannya dipegangi oleh anak itu
âjawab yang bener, yang paling enak punya siapa!âsentak anak itu lagi
âiyaaaaaa punya elo yang paling enaaaaaaaaaak,, aaaaaaaaaaaaaahâ Merriana menangis lagi dengan keras
âbagus, penis gue memang hot, hahahahaâ kata anak itu dengan tertawa
Merriana hanya bisa melihat Pak Sasongko dan merasa tidak enak dengan beliau.
âsekarang rasain iniâ anak itu bersiap mengeluarkan spermanya
âaaaaaaaaaah jangaaaaaaaan , jangaaaaaaaaaan di dalaaaaaaaamâ Merrian berontakâcroooooooootâ terlambat sperma sudah masuk di dalam vaginanya
âaha aha ahahaâ Meriana menangis karena rahimnya sudah terkena sperma milikorang yang tak ia kenal
âeh sob ada yang bawa tisu gak?â tanya anak itu
âkagak ada, pakai ini ajaâ kata salah satu anak sambil melemparkan rok putih motif kotak â kotak
âjangaaaaaaaan, jangan rok gueâ Merrian merengak
âudah, diem aja loâ kata anak itu sambil mengusap sisa â sisa sperma yang ada di penisnya dengan rok Merriana
âSekarang giliran gueâ ujar salah satu anak yang juga pernah disakiti oleh Merriana
Masih dalam posisi seperti tadi tapi kini ada sesorang lagi yang juga memasukkan penisnya tapi kini ke mulut Merriana.
âmmmmh mmmmmmmmmhâ suara desahan Merriana hanya terdengar seperti itu saja
Setelah beberapa lama salah satu di antara mereka mengeluarkan spermanya.yang lebih dulu adalah yang dari vaginanya tapi ia tidak mengeluarkan di dalam dan menyemprotkan di pinggul Merriana.
âahhhhhâ desah anak itu
âsini gue bersihin pantat eloâ ia mengusap sperma yang ada di pinggulnya dengan rok itu tadi
âmmmmphhhhhâ Merriana hanya bisa berkata seprti itu karena mulutnya masih mengulum penis
âcrooooooooootâ sperma anak yang di depan masuk ke dalam mulutnya dan mencapai tenggorokannya. Mulutnya seperti ada cairan lengket yang menjijikkan sehingga ia mau memuntahkkannya tetapi mulutnya keburu dibungkam.
âminum tuh gue, minum ato gue tabok loâpaksa anak itu
Ia hanya bisa pasrah dan meneguk cairan menjijikkan itu ke dalam tenggorokannya.Selanjutnya ia digilirkembali kali ini dalam keadaan telantang di atas meja.
âaaaah aaaaaahâMerriana hanya bisa mendesah
âeh pecun enakan mana penis gue ato anak â anak tadiâ tanya anak yang sedang menyetubuhinya
âmmmmmmmmaaaaaahhh enakan punya eloâ Merriana menjawab iaya saja karena pasti akan diapa âapakan lagi.
âhaaaah, masak kontol gue masih kurang sihâ kata anak yang sebelumnya
Yang lain pun juga ikut ikutan, akhirnya mereka menunggunya sampai mereka selesai. Setelah selesai ketiga anak itu duduk berjajar di atas meja panjang sekolah. Dan masing â masing mengelurkan penisnya.
âsekarang jilat nih kontol, coba rasain mana yang paling enakâ suruh mereka
âaaaaahh gak mungkin gueâŠâŠ.â Tolaknya
âah kebanyakan cingcong lo cepat!â mereka membentak lagi
Akhirnya ia tepaksa menjilati penis mereka satu persatu.
âsekarang jawab mana yang paling enakâ tanya mereka lagi
âmmm, gak mungkin gue gak ngertiâ Merriana tidak bisa menjawab
âjawab gitu aja gak bisa, cepet jawabâ mereka membentak lagi
Akhirnya Merriana harus memilih diantara mereka, dengan melirik kearah mereka satu persatu.
âPunya lo yang paling enakâ sambil menunjuk anak yang di samping kiri
âwah masak sih siniâ anak yang ditengah menarik kepala Merriana untuk mengemut penisnya lagi
âmmmmpppppppppphhhhâ suara Merriana memberotak
Belum selesai yang di samping kanan juga menariknya lagi.
âmmmmmmmpppppâ teriaknya lagi
âoke sekarang lo pilih mana yang paling enakâ tanya mereka lagi
Karena merasa leleh dipermainkan iyapun menangis lagi kali ini lebih keras.
âahahahah, sudah hentikan, ahahahahaâ Merriana menagis tersedu âsedu
Mendengar tangisannya anak yang lain mengangkatnya dan menyetubuhinya lagi di atas bangku. Kali ini dalam posisi dipangku. Akhirnya semua anak telah mendapatkan giliran. Kini Merriana duduk bersandarkan tembok dalam kondisi telanjang dan hanya mengenakan kaos kaki panjangnya dan sepetu kets.
âeh sob, gue punya cara buat ngeluarin pejuh kalian yang udah masuk tadiâ kata salah sau anak
âgimana? gimana?â anak-anak lain penasaran
âsini, lo pegangin tangan dan kakinyaâ suruh anak itu
Mereka lalu memegangi kedua tangan dan mengangkat selangkangan Merriana agar vaginanya terbuka.
ânih liyatin cara gueâ ujar anak itu sambil mulai melakukan sesuatu
Ia menyentuh putting susu Merriana dengan jari telunjuknya
âaaaaahhhâ Merriana terangsang
Lalu anak itu menarik telunjuknya hingga kebawah dan tetap menekannya. Ia menariknya hinga sampai ke vagina Meriiana. Setelah itu kelima jarinya langsing dimasukkan vaginanya yang sudah penuh denan spermas dan mengobok âobok vagina itu.
âaaaaaaaahhh, aaaaaaaaaaaaaahh, hentikanâ rintihnya kehabisan tenaga
Anak itu terus mengocok dan mempercepat gerakannya hingga beberapa menit kemudian ia melepaskannya. Semua sperma mengalir seperti banjir bandang bahkan keluar juga urin Merriana. Langsung saja mereka menadahi cairan kotor itu dengan kemeja putih milik Merriana bahkan mereka mengusapkannya. Merriana tidak bisa berkutik melihat bajunya dikotori oleh cairan menjijikkan itu. Setelah selesai mereka mengucapkan kata â kata perpisahan.
âini bukan akhir dari lo, tapi ini awal dari kehancuran loâ ancam mereka
Merriana tahu bahwa mereka pasti akan memperbudaknya lagi dan membuatnya harus melakukan apa kemauan mereka.
âayo cabut sobâ ujar Gery
Akhirnya mereka meninggalkan Merriana di dalam kelas dalam posisi duduk bersandar di tembok dengan baju kemeja putih yang menutupi vaginanya dan entah roknya sudah menghilang entah kemana.


