Tak Tertahankan Lagi
Cerita Dewasa Ā· 18+
Waktu menunjukkan pukul 13.30 ketika Heni tiba di plaza tendean, tempat janian ketemuan dengan Fikri. Ketika itu di sms Heni bilang bahwa Heni kepengen keteuan, Fikri Langsung menelpon dan ketemuan.
Fikri sebenarnya sudah bisa menebak alasan kenapa Heni minta ketemuan. Bagaimanapun, mereka pernah jalan bareng selama 6 bulan.
āOk deh Bel, kita ketemuan di Plaza Tendean saja ya, kan lumayan di tengah-tengah tuhā kata Fikri di telepon.
Heni mengiyakan. Lalu Fikri menambahkan
āTapi, gue mau lo berpakaian seperti iniā. Heni mendengarkan ucapan Fikri, lalu wajahnya memerah jengah.
āIh, gila lo ya Fikā kata Heni tersipu.
āMau nggak?ā balas Fikri nakal.
āYa udah dehā jawab Heni pasrah, timbang ga jadi ketemuan dengan Fikri.
Dan disinilah Heni, menunggu Fikri yang masih dalam perjalanan. Orang-orang melihat seorang cewek cukup tinggi, berambut pendek warna brunette turun dari taxy, mengenakan kemeja terusan warna khaki.
Belt coklat besar menghiasi pinggangnya, dan boot pendek yang sewarna dengan belt-nya menutup kakinya. Kemejanya yang tidak terkancing 2 kancing atasnya menunjukkan belahan toked putih Heni yang membusung. Heni masuk ke cafƩ Melati dan langsung pesan minuman, lalu duduk manis di pojok cafƩ. Para karyawan & pengunjung cafƩ memandang cewek yang duduk di pojok begitu jutek dan dingin, sehingga tidak ada yang mengganggu.
Padahal, situasi diri Heni bertolak belakang dengan tampilan luarnya. Jantungnya berdebar kencang dan nafasnya agak tidak beraturan, akibat nafsu birahi yang menggelora sejak siang tadi. Mengapa si lonte ini belum-belum sudah horny habis seperti ini? Silakan baca runtutan peristiwa hari kemarinnya dan 2 jam sebelumnya di sini.
āSialan Fikri lama banget sih. Gue jadi makin deg-degan jadinya. Aduuhh..mana mhemek gue berkedut-kedut terus.
Makin basah dehā runtuk Heni dalam hati tak berdaya mengekang nafsu birahinya.
Padahal Fikri cuma terlambat sekitar 5 menitan. Heni berupaya mengalihkan perhatiannya dengan mengecek status FBnya di HP. Tiba-tiba ada seseorang sudah berada di samping Heni dan langsung menyapa
āHai Hen. Sory agak telat yaā sapa Fikri. Agak kaget Heni mendongak ke samping, dan dengan senangnya bangkit untuk memeluk dan mengecup ringan pipi cowok tersebut.
āIh tambah gemuk aja loā ujar Heni genit.
Fikri memang berperawakan agak gemuk. Keliatannya, kerjaannya yang di belakang meja, memanjakan perut dan tubuhnya.
Mereka langsung beranjak pergi menuju tempat mobil Fikri di parkir. Fikri melirik ke arah Heni yang menggelayut manja di lengannya. Karena Heni sekepala lebih rendah dari Fikri, dengan mudah Fikri melihat ke belahan toked Heni yang menantang.
āEhm, keliatannya lo ngikutin request gue nihā kata Fikri dengan seringai nakal.
āhu-uh.. Iya, gue ga pake BHā rajuk Heni manja dan agak tersipu. Fikri terkekeh puas. A
kibat tidak memakai BeHa pulalah, nafsu Heni semakin tak tertahannkan. Rasa khawatir orang-orang bakal tahu kalo tokednya cuma ditutupi sehelai kain tipis kemejanya, dan gesekan halus bahan kemeja pada putingnya, membuat puting Heni menegang horny.
Mobil Fikri di parkir di basement yang sepi. Tak ada petugas parkir yang berkeliaran seperti halnya di mall-mall besar. Begitu Heni masuk dan duduk di sebelah Fikri, Fikri langsung meraih kepala Heni, dan melumat bibir sensual Heni dengan penuh nafsu. Heni meladeni ciuman Fikri dengan nafsu yang tak kalah hebatnya. Hampir semenit kedua insan penuh birahi ini saling melumat bibir, memainkan lidah di mulut pasangannya dan diselingi gigitan kecil di bibir bawah.
Nafas Heni semakin memburu dan jantungnya berdebar makin kencang, ketika tangan kanan Fikri dengan bebasnya masuk ke balik kemejanya dan merengkuh toked sebelah kirinya dengan ganas. āUuuugggnnnnnnnā¦ā desah Heni refleks keluar begitu merasakan tokednya diremas-remas oleh Fikri. Tubuh Heni jadi menggelinjang kecil ketika putingnya dijepit kuat oleh jari Fikri, dan dipilin-pilin.
Tidak peduli mereka sedang di tempat umum, Fikri membuka 2 kancing lagi dari kemeja Heni dan menyibakkannya ke samping. Kedua buah melon segar berwarna putih muncul ke permukaan, menantang pandangan Fikri. Puting Heni yang besar sudah mengacung tegak sebagai indikator empunya sedang dilanda libido tinggi. Mata Fikri melotot demi melihat sepasang toked yang besar dan indah tersebut.
āGila, makin gede aja toked lo Hen. Cowok lo pasti rajin nggarap toked lo yaā ujar Fikri tersengal-sengal penuh nafsu.
Heni bersemu merah dan tidak sempat menyelesaikan jawaban karena kedua tangan Fikri langsung maju dan meremas kedua tokednya kuat-kuat.
āGitu ddeeā¦hmmppffffffff..sssshhhh..ā desah Heni lebih erotis lagi.
Sambil jari-jarinya memutar-mutar bongkahan toked Heni dan memilin-milin putingnya, Fikri berkata
āBuka paha lo Bel, gue pengen lihat lo pegang janji gaā. Sambil tetap mendesah-desah menahan kenikmatan di dadanya, kedua tangan Heni bergerak untuk melepaskan 2 kancing terbawah kemeja terusannya, kemudian menyibakkannya ke samping.
Fikri dengan jelas melihat gundukan montok mhemek Heni yang berjembi tipis di puncak belahan mhemek ini.
āHehehe.. pasti lo horny habis disepanjang jalan karena ga pake BeHa dan CD ya Henā kekeh Fikri penuh kemenangan. āBuka paha loā perintah Fikri sambil tangannya membuka paha putih mulus Heni.
Jemari Fikri langsung meremas kedua bongkah bakpao montok tersebut.
āAiieehhhā¦..Ahhhhhā¦ā pekik Heni kaget.
Dari selangkangannya seolah ada kejutan listrik yang langsung bergerak menyebar ke seluruh tubuhnya. Apalagi Fikri tidak berhenti sampai meremas-remas saja, jari tengahnya langsung menyelusup masuk ke belahan bibir mhemek Heni dan langsung dikocok.
āAhhh.. ahhhh⦠sssshhhhhhā¦. ā Heni menggeliat-geliat keenakan, karena mhemeknya yang sudah gatal dari 2 jam yang lalu mendapat pemuasannya dengan garukan-garukan cepat jari Fikri.
āBusett.. udah banjir mhemek lo Hen. Jiwa lonte lo jadi makin parah sajaā seringai mesum Fikri menghiasi wajahnya.
Jari tengah Fikri makin cepat mengocok mhemek Heni. Heni meremas kuat bahu Fikri dan kepalanya menggeleng-geleng resah
āAuhh.. ahhh.. Fiikk⦠chukup F..iiiik⦠Jhang..jangan di sini dhonngā¦aahhhhā¦ā rengek Heni tengsin campur horny, karena takut ke-gap satpam.
Fikri menghentikan kocokannya dan mengeluarkan jari tengahnya dari mhemek Heni. Sambil menjilati jari tengahnya yang basah oleh cairan mhemek Heni tersebut, Fikri berkata āHehe gue setuju. Gue juga udah ga tahan ngenthotin lo Hen. Gue udah book kamar di hotel depan situā. Fikri menghidupkan mesin dan mulai bergerak meninggalkan parkir Plaza, sementara Heni memperbaiki kondisi pakaiannya yang terbuka dimana-mana.
Memasuki parkiran hotel Melati, kedua nafsu manusia ini hampir tidak tertahankan. Ketika Fikri menuju meja resepsionis untuk mengambil kunci kamar, Heni yang menunggu di sofa mendengar HPnya berdering.
āāwah Angel. Gue angkat ga ya?ā pikir Heni.
Tapi ada naluri yang memaksa Heni untuk mengangkat telepon. Baru saja Heni selesai bilang halo, suara panik Angel terdengar di ujung satunya
āHennnnn.. lo kemana aja sihhā¦ā.
āAda apa emangnya Ngelā Heni agak heran.
āLo lupa ya, hari ini kan kesempatan terakhir lo serahkan paper AB ke mr HB. Minggu lalu sudah diampuni sama die, masa lo lupa kalo batasnya hari ini lo harus serahin. Lo mau baru bisa ngulang setahun lagi?ā cerocos Angel. āAstaga⦠gue betul-betul lupaā Heni tersadar dan langsung panik.
Paper itu berbobot 50% dari total penilaian mata kulian Mr. HB (Lengkapnya ni dosen bernama David Hutabarat. Cuma anak-anak manggilnya mister HB). Ini mata kuliah wajib, yang jadi prasyarat beberapa mata kulian yang Heni harus ambil semester depan. Gawat kalo sampai ga lulus.
āMr. HB bilang dia tunggu sampe jam 3 ni sore Hen. Mending lo sekarang cepet kemari. Bawa tugas ga bawa tugas ga penting. Yang penting lo ngadep dia dulu. Ok?ā lanjut Angel cepat.
Buru-buru Heni pamit cabut ke Fikri yang sudah menenteng kunci kamar.
āAduhh Fikri.. sory banget yaa⦠Gue harus ke kampus nih.. Darurat nine-one-one masalahnya.
Udah ya, gue cabut dulu. Ga usah diantar dehā¦ācerocos Heni. Setelah cium sekali pipi Fikri yang bengong, Heni langsung lari ke pintu lobby dan masuk ke taxy yang memang ada di depan hotel.
āLho? Kok jadi gini?ā Fikri terpana dan memandang sedih ke selangkangannya. Setelah tersadar, dia mulai menekan tombol HP-nya dan berbicara
āMia, bolos kantor yukā¦ā.
Di dalam taxi, otak Heni mulai berpikir cepat menyusun bermacam skenario dan alasan agar bisa mendapat pengampunan dari Mr. HB dan paling tidak tambahan sehari lagi untuk serahkan paper tersebut. Paper Heni belum kelar. Biasanya butuh sekitar 1 jam untuk sampai ke kampus Heni dari area situ. Tapi, berkat desakan Heni ke abang sopir taxy, tak sampai 45 menit mereka sudah sampai kampus.
Pukup 14.50. Heni berlari kecil ke arah ruangan Mr. HB di lantai 3. Setelah sampai kampus tepat waktu, perasaan Heni sudah jauh lebih tenang. Heni yakin bisa merayu Mr.HB untuk memundurkan deadline sampai besok. Sudah rahasia umum kalau Mr.HB yang mata keranjang pilih kasih dengan mahasiswi-mahasiswinya, timbang para mahasiswa. Apalagi bagi mahasiswi yang cakep dan seksi. Heni cukup berpakaian seksi di ujian lisan Mr.HB, dan soal yang keluar lebih mudah bahkan dikasi petunjuk segala (disinggung di cerita pertama. Klik saja ini).
Heni mengetuk tiga kali pintu ruangan Mr. HB, sebelum mendengar suara bariton yang menyilakannya untuk masuk. Begitu kepala Heni nongol, Mr. HB langsung tersenyum
āAhh.. ini dia si Heni yang cantik. Kemana saja kau Manis. Duduk, duduklah kauā ujar Mr. HB bermulut manis mempersilakan Heni duduk di depan meja kerjanya.
Begitu menghenyakkan pantatnya di kursi, Heni langsung pasang tampang memelas
āPak.. minta tolong dong.. Tambah sehariii saja, pasti besok Saya sudah bisa serahin paper AB saya Pakā rayu Heni dengan manisnya.
āWah, tidak bisa itu. Kau dan teman-teman kau sudah Bapak kasi kelonggaran sampai dua kali. Tidak ada lagi mundur-mundur deadlineā tegas si Mr. HB walau tetap dengan tersenyum.
Sambil mencondongkan badannya kedepan sehingga agak membungkuk Heni berkata
āPak, sudah 2 hari ini saya nungguin tante saya di Rumah Sakit. Baru pulang siang tadi. Kalo nggak gitu, pasti paper sudah selesai Pak. Boleh ya Pakā. Mr. HB menelan ludah, karena dari posisinya dia bisa melihat dengan jelas belahan toked Heni yang menonjol.
āPuas-puasin deh lo liat toked gue. Yang penting, mundurin deadline-nya sehariā batin Heni penuh percaya diri.
āWah, susah posisi Bapak kalo begini. Apa kata teman-temanmu kalau kau mendapatkan kelonggaran dari Bapakā Mr. HB masih berusaha tegas, tapi matanya tetap melotot memandang lurus ke belahan gunung kembar di depannya.
āAyolah Pak, nggak ada yang bakal tahulah kalo Bapak ga cerita-ceritaā desak Heni terus.
Tiba-tiba si Mr. HB bangkit dari kursinya dan berjalan menuju sisi Heni lalu duduk di atas meja tepat di samping Heni
āBoleh saja. Tapi ada syaratnyaā kata si Mr. HB sambil tetap memandangi belahan dada Heni.
āSyarat apaan Pak?ā tanya Heni sudah mulai khawatir melihat perilaku Mr. HB.
āKuberi kau waktu sehari lagi untuk kumpul itu paper, asal kau ijinkan aku meremas-remas kau punya susu itu heheā ujar Mr. HB sambil menyeringai mesum.
āHEHH..ā kaget Heni mendengar penawaran mesum Mr.HB dan reflek menutup dadanya dengan kedua tangannya.
āTerserah kau Heni. Bapak cuma tawarkan solusi yang win-win buat kau. Bapak senang, kau pun senangā ujar Mr.HB dengan lagak tidak butuh.
āAduhh.. gue kasi ga ya? Kalo ntar
dia nglunjak gimana? Tapi gue juga ga mau ngulang lagi tahun depanā Heni menimbang-nimbang penawaran tersebut dalam hati.
Heni tidak sadar kalau tangannya turun dan tidak lagi menutupi tokednya ketika sedang berpikir untuk terima atau tidak tawaran Mr.HB tersebut. Tapi Mr.HB menganggap diamnya Heni dan fakta bahwa Heni tidak lagi melindungi tokednya, sebagai tanda bahwa Heni menerima tawarannya tersebut.
āAAHHā¦ā Heni memiawik kaget ketika dua tangan muncul dari balik punggungnya dan langsung meremas kuat-kuat kedua bongkah tokednya.
āLho.. Bapak ngapain sihh.. Kan saya blumm..Aakkkhhh⦠ahhh⦠hmmppfffffffhhhhh..ā protes Heni terpotong desahannya karena mendadak gelombang listrik dan kenikmatan melonjak dari kedua putingnya.
āKau ternyata tidak pake BeHa Heni⦠kenyal sekali toked kau iniā ujar Mr.BH di samping telinga Heni sambil memilin-milin puting Heni dari balik kain kemejanya.
Rangsangan pada tokednya yang tiba-tiba ini, seolah mengingatkan tubuh Heni bahwa ada libido yang terpendam dan menuntut untuk dipuaskan sejak siang tadi.
Serangan tangan Mr.HB semakin gencar. Kedua tanganya sudah menyelusup ke balik kemeja Heni, dan dengan leluasa meremas-remas melon putih dan kenyal tersebut.
āHahhhhā¦haahhh⦠aammmhhhhhffffffā¦ā desah Heni keenakan, apalagi lidah Mr.HB menjilati leher jenjang Heni dengan liarnya.
Mr.HB kini pindah berlutut di samping Heni. Beliau sudah tidak tahan untuk mencaplok toked Heni yang menggiurkan tersebut. Mr.HB membuka mulutnya lebar-lebar, dan menelan ¼ toked Heni dari ujung putingnya. Kemudian Mr.HB menghisap kuat-kuat puting Heni yang sudah menegang keras sampai keluar suara yang keras. Sluuuurrppp.. Slurrrppppp⦠Terang saja Heni semakin belingsatan tokednya diperlakukan seperti itu, karena tokednya sensitif banget.
āAaaahhhhaaaahhhhā¦. Haahhhhhhā¦SShhhhhhhhh.. Enak banget Pakkā¦ā erang Heni tak tertahankan lagi.
Menyadari muridnya makin terangsang, perlakuan Mr.HB pada toked Heni semakin menjadi-jadi.
Cupangan memerah menyebar di sekujur bulatan toked Heni yang putih. Gelinjang tubuh Heni pun menjadi-jadi, sehingga bagian bawah kemejanya tersingkap dan membuat Mr.HB terhenyak.
āKau juga tak pakai celana dalam Heni.. Wah wah.. kau memang sudah siap untuk dienthot ternyataā ujar Mr.HB penuh sukacita sambil memasukkan jari tengahnya ke sela-sela mhemek Heni yang sudah basah kuyup.
Begitu jari tengah Mr.HB melesak sepenuhnya ke dalam lubang mhemeknya, tubuh Heni langsung melengkung dan lenguh kenikmatannya terdengar
āOuuhhhhā¦.hhhuuuuhhh⦠iyhaa.. iyhaa⦠disitu Pak.. benar disitu Pak.. kocok yang kenceng Phakā¦ā pinta Heni penuh nafsu.
Dengan senang hati Mr.HB memenuhi permintaan anak didiknya itu. Jari tengahnya keluar masuk mhemek Heni, dan diselingi gerakan mengobel-ngobel yang agak kacau, sehingga bunyi kecipakan becek terdengar. Tak sampai semenit Heni mulai merasakan bahwa rasa gatal yang menggerayangi sekujur mhemeknya terasa semakin menghebat. Semakin kencang dikocok, rasa gatal tersebut semakin memuncak dan meruncing ke bibir-bibir mhemeknya. Dan tanpa dapat ditahan lagi, orgasme pertama Heni di hari itu meledak juga.
āOAAAAAAHHHHHā¦.. AGGHHHHHā¦.HHAAAHHHHHHH..ā lenguh Heni panjang sampai punggungnya ikut melengkung akibat terpaan gelombang orgasme yang sudah dinanti-nantinya.
Mr.HB sempat terpana demi menyaksikan betapa hebatnya reaksi orgasme Heni. Sedetik kemudian ia tersadar, dan cepat-cepat bangun untuk melepas celananya. Ketika Heni mendapatkan kembali kesadarannya 30 detik kemudian, Mr.HB sudah hendak melepaskan celana dalamnya. Cepat-cepat Heni berdiri dan berkata
āEhh.. Bapak mau ngapain? Perjanjiannya kan cuma remas-remas susu. Ini kan sudah lebih dari remas-remasā ujar Heni ketus.
Sambil tetap melorotkan celana dalamnya Mr. HB berkata
āSudahlah Heni, Bapak tau kau juga lagi horny. Kuberi kau poin A kalau kau mau Bapak enthot sekarang. Ya?ā Mr.HB mencoba tawar menawar.
āHah? A? Bener ya Pakā tanya Heni.
āKalau gitu Bapak tulis dulu di kertas evaluasi Bapak, bahwa nilai Saya A, baru kita lanjutā ujar Heni licik.
āMana bisa begitu Heni. Kertas evaluasi kan baru Bapak bisa isi kalo sudah UASā Mr.HB semakin desperate.
ambil berlagak mengancingkan kemeja bagian atasnya, Heni berkata
āYa sudah kalau begitu. Sampai ketemu besok ya Pakā. Susah payah bergerak karena celana dalamnya masih melingkar di mata kaki Mr.HB cepat-cepat berkata
āEh.. eh. Iya..iya.. Bapak nilai sekarang. Kau duduk saja manis di sofa sana yaā. Setelah itu cepat-cepat Mr.HB menaikkan CDnya dan membongkar-bongkar mejanya.
Lalu setelah menulis singkat diatas sebuah map, Mr.HB mendekati Heni di sofa dan menyorongkan map tersebut. Di Form Valuasi, terlihat jelas cuma nama Heni yang sudah mendapat nilai A.
Sambil tersenyum puas Heni berkata
āGitu dong Pak, kan gampā¦Eeeiiihhhhhā¦.Hmmppffh!!ā Belum selesai Heni menyelesaikan ucapannya, Mr.HB sudah menerkam dan menindih tubuh Heni di sofa, lalu dengan buas melumat bibir Heni.
Sambil menjilati leher Heni, tangan Mr.HB dengan cepat melepaskan belt yang melingkari perut Heni, lalu mengangkat kemeja terusannya tinggi-tinggi sampai seperut. Sehingga selangkangan Heni yang minim jembi terpampang dengan jelas.
āEh. Pak..Pak.. sabar Pak. Sabar Pakā Heni agak menyesali omongan asalnya tadi dan berusaha menutupi selangkangannya.
Tapi Mr.HB yang sudah dikuasai nafsu birahi, dengan mudahnya menyingkirkan kedua tangan Heni hanya dengan tangan kirinya. Lalu tangan kanannya dengan cepat meremas gundukan mhemek Heni.
āPak jangā¦Aaahhhhhhā¦.. Auhhhhhhā¦ā ucapan Heni berganti lenguhan terkejut bernuansa nikmat.
Cukup dengan beberapa kocokan saja, mhemeknya sudah banjir kembali.
āHaahhh.. haahhhhhā¦. Oohhhhhh.. hmmmppffffā¦.ā desah Heni blingsatan karena mhemeknya kini dikocok dengan dua jari, yang kadang menggesek klitorisnya.
āSudah kuduga kau suka Heni hehehe..ā tawa kemenangan Mr.HB terdengar.
Tangan kirinya yang sudah tidak perlu memegangi Heni, cepat-cepat melorotkan CDnya. Konthol Mr.HB yang hitam pekat langsung tampil mengacung tegak. Mr.HB yang konaknya sudah di ubun-ubun, langsung mengangkangkan lebar-lebar paha Heni. Sambil mengocok-ngocok pelan kontholnya, Mr.HB mulai mengarahkan palkon-nya ke bibir mhemek Heni. Heni tidak hanya pasrah, tapi juga sudah berharap agar konthol tersebut menghujam mhemeknya.
āAh⦠kontholnya si tua ini kecil. Tapi tak ada rotan, akarpun jadiā batin Heni.
Tanpa cek medan dan kedalaman, Mr.HB langsung membenamkan dalam-dalam tongkol ukuran 11cm-nya ke dalam lobang kenikmatan Heni. Membuat Heni agak tersedak dan melenguh pendek
āHeeggghhh..umhh..ā. Mr.HB langsung menyeringai puas
āAggghh.. rapat sekali meqi kau ini Heni..hahhhhā.
Mr.HB langsung menggenjot Heni dengan kecepatan tinggi. Lenguhan kenikmatan Mr.HB mengalahkan desahan erotis Heni yang mulai menikmati pompaan konthol Mr.HB di liang mhemeknya.
āHmmmā¦ahahhh.. ahhh.. iya Pak.. betul gitu Pak.. lebih cepat Pak.. ahhhh..ā ceracau Heni keenakan.
Mendengar ceracau Heni yang mesum itu, Mr.HB semakin kehilangan kontrol. Tangannya mencengkram toked Heni kuat-kuat, dan genjotan pinggulanya semakin tidak beraturan. Tiba-tiba,
āAAAAHHHHHHā¦. AKU KELUARR..ā lenguh Mr.HB kuat.
Peju Mr.HB menyemprot-nyemprot di dalam mhemek Heni. Heni terpana. Baru 3 menit ngeseks, Mr.HB sudah ngecret.
Sambil masih tersengal-sengal, Mr.HB jatuh di atas tubuh Heni.
āHebat sekali kau Heni. Belum pernah Bapak ngrasakan meqi senikmat kau punyaā puji Mr.HB sambil beranjak bangkit karena dilihatnya Heni kesusahan bernapas.
Dengan mudahnya konthol Mr.HB terlepas dari mhemek Heni, dengan diikuti leleran pejunya yang banyak mengalir di bibir mhemek Heni. Heni gondok setengah mati.
āKupret! Baru juga gue naik. Ini mah bukannya terpuaskan, malah makin horny gue jadinyaā batin Heni kesal sambil memperbaiki pakaiannya.
āYa udah Pak. Saya pamit kalo gitu. Ingat ya, cuma sekali ini Bapak bisa nikmatin tubuh Saya.
Kalau Bapak mencoba lagi, Saya laporkan ke Dekan kalau Bapak menyalahgunakan kekuasaan sebagai Dosenā sambil berkata seperti itu, Heni memphoto Mr.HB yang bugil dan langsung keluar ruangan dengan judesnya. Mr.HB cuma bisa bengong, dan lemes (tapi puas hehehe). Heni cepet-cepet keluar sebenarnya karena tidak ingin ketahuan si dosen mesum itu kalau dia masih konak habis. Heni cuma ingin cepat-cepat ke toilet untuk membersihkan mhemeknya dari sisa peju, kemudian langsung masturbasi. Sudah ga tahan boā!
Toilet yang berjarak hanya 10 meter dari ruangan Mr.HB serasa berkilometer bagi Heni yang nafsunya meledak-ledak. Jantungnya berdebar keras, nafas Heni memburu dan mhemeknya berkedut-kedut protes minta dikocok. Toilet cewek yang terletak bersebelahan dengan toilet cowok, tidak ada orang sama sekali di dalamnya. Maklumlah, sudah sore jadi banyak mahasiswa dan dosen yang sudah pulang. Heni langsung masuk ke bilik paling dekat pintu, dan membuka pahanya lebar-lebar agar mudah disemprot dengan air. Semprotan keras air terasa sangat nikmat di mhemeknya. Tidak berlama-lama membersihkan, Heni langsung duduk di atas toilet yang telah ditutup atasnya.
Dibukanya pahanya, jari telunjuk dan tengahnya bergerak membelai bibir mhemeknya, lalu masuk ke dalam mhemeknya yang sudah banjir lagi.
āHmmmmmmppfffffā¦.sshhhhhhh⦠ouuhhh⦠enaknyaa..ā desah Heni perlahan, berusaha agar suaranya tidak terlalu keras.
Tapi, setelah semenit, Heni sudah lupa situasi, sehingga kocokan dan suaranya makin menjadi-jadi mengiringi nafsunya yang menggelora.
āAahhhhhhhhā¦. Hahhhhhh⦠Ouggggghhhhhhhā¦ā¦ā lenguh Heni dalam kungkungan birahi.
āIni dia.. ini dia.. aduuhh mhemek gue makin gatelllllā¦..shhhhhh..ā batin Heni yang titik orgasmenya semakin mendekat.
Tiba-tiba pintu bilik Heni terbuka lebar dan seseorang berdiri tegak di hadapannya. Heni nyaris tersedak karena kagetnya, plus dia hampir saja mencapai klimaksnya.
āOh elu Hen. Gue pikir kuntilanak lagi indehoyā kata orang tersebut sambil cengar-cengir.
Heni yang terkesima sampai lupa mengangkat tangannya dari selangkangannya, cuma bisa berkata tergagap
āOh..ehh.. Ethan.. Kok lo disini?ā tanya Heni salah tingkah.
Ditengah rasa shocknya akibat ke gap lagi masturbasi oleh Ethan, Heni setengah tidak sadar kalau Ethan berjalan mendekat dan mengangkat tubuhnya ke pelukan Ethan. Heni baru sadar ketika mukanya sudah dekat sekali ke muka Ethan, yang berkata
āKalo lo lagi horny, napa ga call gue aja. Gue selalu siap kok kalo buat eloā ujar Ethan.
Belum sempat Heni membalas ucapan itu, bibirnya sudah dilumat oleh Ethan. Heni gelagepan tapi tidak bisa melepaskan diri dari pelukan Ethan yang kuat. Tidak butuh lama, nafsu Heni sudah menguasai akal sehatnya. Ciuman Ethan diimbangi oleh french kiss Heni yang basah dan panas. Tangan Ethan dengan aktifnya meremas-remas pantat Heni yang sekal dan menonjol. Tiba-tiba Ethan melepaskan ciumannya
āHen, kita pindah tempat yuk. Gue tau tempat yang lebih nyamanā kata Ethan agak tersengal-sengal.
Tidak menunggu reaksi Heni, Ethan langsung menyeret tangan Heni keluar dari toilet.
Ethan sebenarnya tidak sengaja masuk toilet cewek setelah selesai urusan di dosen lain di lantai yang sama, hanya karena toilet cowok airnya tidak ngalir. Tapi, begitu masuk suara lenguhan cewek terdengar bergema. Story selanjutnya, sudah Anda baca di atas. Heni blingsatan memperbaiki pakaiannya karena Ethan menarik Heni di sepanjang koridor, naik menuju ke lantai 4. Walaupun Heni sebenarnya tidak perlu kuatir, karena koridor bangunan itu kosong. Ternyata Ethan mengajaknya menuju ruangan sekretariat forum mahasiswa manajemen, yang entah bagaimana Ethan punya kuncinya. Setelah masuk ruangan, Ethan mengunci pintu lalu berdiri menghadap Heni āBuka baju lo Henā perintah Ethan.
Seperti dihipnotis, Heni langsung menurutinya. Pertama-tama belt besarnya dilepaskan, lalu satu persatu kancing kemejanya diloloskan, maka kemeja terusan Heni pun jatuh tergeletak di lantai. Heni berdiri menantang tanpa sehelaipun benang menutupi, hanya bot coklat berhak semi tinggi yang tetap terpakai, yang malah membuat penampilannya semakin slutty. Ethan pada saat yang sama juga sedang melepaskan celana dalamnya, untuk kemudian berdiri bugil dengan konthol setengah tegak. āSepong konthol gue Henā perintah Ethan. āUhh.. haruskah?ā rajuk Heni, tapi tetap mendekat ke arah Ethan.
Heni berjongkok di depan Ethan, dan langsung menggenggam konthol hitam Ethan dengan tangan kanannya, lalu mulai mengocok. Kemudian tanpa ragu-ragu, Heni membuka mulutnya lebar-lebar dan memasukkan konthol Ethan sampai setengahnya dan mulai mengemutnya.
āSsshhh⦠gila.. enak Hen..ā desis Ethan keenakan sambil memegang kepala Heni dan menggerakannya maju mundur.
Konthol Ethan semakin membesar di dalam mulut Heni, dan membuatnya agak kerepotan melakukan blowjob pada konthol selebar 5cm tersebut. Aroma konthol Ethan membuat libido Heni kembali naik ke level tinggi. Sambil melumat-lumat konthol, jari tengah tangan kirinya dengan aktif mengobel-ngobel mhemeknya sendiri. Keasikan masturbasi dengan mhemeknya, Heni malah lupa memblow job Ethan. Konthol Ethan cuma dipegang kuat-kuat, sedang Heni melenguh-lenguh keenakan.
Ethan yang kesal, langsung menyuruh Heni mengambil posisi doggy di atas kasur gulung yang ditebar oleh Ethan.
āNungging Hen, gue pengen nyodok lo dari belakangā perintah Ethan. Heni melakukannya dengan patuh. Kedua tangan menahan body depan, kaki tertekuk, paha terbuka selebar mungkin, dan pantat ditunggingkan.
āWow.. lo emang napsuin Henā ujar Ethan senang sambil menampar pantat Heni yang sekal dan bundar itu.
āAhhh.. ā Heni cuma mengerang pelan karena tamparan Ethan.
Tanpa berlama-lama, Ethan langsung memasukkan palkonnya ke sela-sela bibir mhemek Heni yang sudah basah kuyup. Sambil memegang erat pinggul Heni, Ethan mulai menekan pinggulnya dalam-dalam.
āHeeppp⦠shit.. masih sempit aja ni mhemekā maki Ethan senang, sambil menekan agak keras sehingga setengah batang kontholnya amblas, SLEPPā¦
āAkkhhhhhhā¦. ā erang Heni agak keras, setengah kaget karena tiba-tiba mhemeknya disesaki oleh benda asing yang sangat tebal.
Sambil berusaha menoleh ke belakang, Heni memohon
āAyo Than, langsung dikocok.. Mhemek gue udah gatel banget nihh..ā rengek Heni manja plus horny. Ethan semakin bersemangat untuk menggenjot Heni dari belakang.
Pantat Ethan dengan aktif mulai maju mundur, menghajar mhemek Heni dengan hujaman-hujaman kontholnya yang besar.
āAaaahhhh.. haaahhhh⦠ouugggghhhh.. ā lenguh Heni.
āHmmppff.. buseet⦠gatel di dinding mhemek gue rasanya digaruk-garuk enak banget⦠Gede banget konthol si Ethan.. Gillaaaaā¦.Mau tereak aja rasanya⦠aahhhhh..ā batin Heni yang semakin terbuai nafsu birahi.
Akibat pompaan Ethan, tubuh Heni terguncang-guncang maju mundur dengan kuatnya. Tokednya yang 36C tanpa ampun bergoyang-goyang heboh tak tentu arah. Ethan yang tidak puas cuma meremas-remas pantat Heni, menggapaikan tangannya untuk meraih toked Heni yang bergoyang bebas.
Sambil meremas-remas sepasang daging kenyal bundar dada Heni, Ethan menceracau keenakan
āGillaa.. toked lo besar banget Van⦠Lo demen kan gue remes-remes gini..ā. Ethan tak perlu jawaban langsung, karena lenguhan Heni yang semakin keras sudah menunjukkan betapa Heni juga menikmati setiap remasan di tokednya.
Tidak sampai 5 menit digempur dengan doggy style, tubuh Heni sudah menegang. Lenguhannya semakin keras
āAhhh.. ouuuggghhhh.. yahh.. yahh.. cepetin Than.. cepetin ngocoknya..Ahh..ahhh..ā Heni mencerocos di sela-sela erangannya. Memenuhi request Heni, Ethan meningkatkan RPMnya. Danā¦ā¦.āOUUUUUUGGGGHHHHHHā¦ā¦. GUE KELUAR.. GUE KELUARā¦.AAAHHHā¦ā jerit Heni sambil mengejan-ngejan. Ethan merasakan ada semprotan pelan di kontholnya.
Diturunkan kecepatan kocokannya, untuk membiarkan Heni cooling down dan ambil nafas dulu.
āHah.. hahā¦hah⦠gila.. enak banget.Than..ā ujar Heni yang nafasnya masih tersengal-sengal. Ethan pelan-pelan mencabut kontholnya. Walaupun sudah pelan-pelan, tetap saja Heni terpekik kecil ketika konthol itu dicabut.
āAuh.. kok dicabut?ā tanya Heni kaget.
Ethan tidak berkata apa-apa, tapi langsung membalikkan tubuh Heni sehingga terlentang. Toked Heni yang menggunung indah menjadi sasaran lumatan bibir Ethan. Sambil meremas-remas dengan kuat, puting Heni dijilat-jilat dan dipermainkan dengan lidah oleh Ethan. Libido Heni langsung naik lagi. Bahkan rasa gatal di mhemeknya kembali dengan lebih hebat.
āSShhhhhh⦠hhmmppfffff⦠ā desis Heni keenakan karena tokednya sekarang sedang dikenyot dan dihisap kuat-kuat oleh Ethan.
āHaahh.. hahh⦠Than, gue mau diatas yaā pinta Heni.
āHehe gue emang pengen ngerasain goyangan lo Henā akur Ethan dengan usul Heni.
Ethan terlentang dan Heni mengangkang di atasnya, mulai mengarahkan konthol Ethan ke lubang mhemeknya. Tanpa kesulitan batang konthol tersebut amblas langsung 3/4nya.
āHeekkhhhhhh⦠uuuuhhhh⦠gede banget sihhhā¦ā runtuk Heni yang matanya sampai terpejam karena kenikmatan yang dirasa ketika batang gemuk tersebut menerobos dan menggesek dinding-dinding mhemeknya yang licin.
Heni langsung mulai menggoyang pinggulnya dengan gerakan naik turun, sambil tangannya bertelekan di perut sixpack Ethan. Slepp.. slepp.. sleppp⦠bunyi gesekan konthol dengan dinding becek mhemek Heni.
āHHHhhhmmm⦠hhaahhhhhā¦. Sshhhhhhā¦ā desah Heni menikmati setiap sentuhan. Karena Heni diatas, dengan mudah dia mengarahkan sentuhan-sentuhan konthol Ethan ke titik-titik yang Heni suka.
Sekarang konthol Ethan amblas seluruhnya, dan Heni mulai melakukan gerakan maju mundur, dan diselingi oleh gerakan pinggulnya yang memutar-mutar. Sensasinya? Luarr biasaaa⦠Ethan merasakan kontholnya dipilin-pilin, dan diremas-remas dengan enaknya oleh cengkraman dinding-dinding licin yang panas mhemek Heni.
āAhhh.. hhaaahhh⦠gillaa mhemek lo enak bener Hennnā¦.ā erang Ethan yang sampai merem melek saking enaknya.
Lebih cepat dari ronde pertama, Heni sudah hampir mencapai orgasmenya lagi. Konthol Ethan menggesek-gesek tepat di titik g-spot Heni. Rasa gatal yang sangat hebat terasa mengumpul disekujur selangkangan Heni, membuat Heni semakin blingsatan goyangannya berusaha menggaruk setiap titik gatal tersebut. Ethan yang tau Heni akan mencapai orgasmenya lagi, mempercepatnya dengan meremas tokednya yang tergantung bebas sambil memilin-milin putingnya. Betul saja, detik berikutnya Heni merasakan ledakan kenikmatan muncrat di lubang senggamanya.
āOOOAAHHHHHHā¦ā¦. AAAAAUUHHHHā¦. OUHH⦠Ouuhhhhā¦. hmmmmppffffffā¦ā jerit Heni penuh kepuasan.
Tubuh Heni bergetar dengan hebatnya, dialiri sengatan listrik orgasme yang bersumber dari mhemeknya dan menyebar ke seluruh tubuh. 15 detik setelah gelombang klimaksnya berlalu, Heni menjatuhkan diri di atas tubuh Ethan. Nafasnya masih tersengal-sengal.
Ethan yang sudah merasa tanggung, tidak lagi menunggu Heni siap. Tangan Ethan menggapai pantat Heni dan mengangkatnya sedikit, agar ada sedikit celah antara selangkangannya dengan selangkangan Heni. Ethan mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, karena kontholnya masih menancap dalam di mhemek Heni. Ethan mengocok dengan cepat. Plak..plak.. plak.. slep..slepp. sleppp.. bunyi benturan tongkol Ethan dengan mhemek Heni, ditingkahi oleh kecipak becek cairan mhemek Heni.
āAhh.. ahh. Thann.. tung⦠tunggu⦠jangan dikocok lagi.. ngiluu..ā rengek Heni lemas. Tapi, Ethan malah mempercepat kocokannya.
Tapi, ternyata akibat kocokan ini, rasa ngilu di mhemek Heni cuma tarasa sebentar. Sekarang malah rasa gatal itu kembali dengan lebih hebat lagi. Tanpa diduga, gelombang orgasme yang lebih dahsyat dari sebelumnya meledak di selangkangan Heni.
āHIAAHHHHHHā¦..AAAAHHHHH⦠OUUFFFHHHHHHā¦. GUE KELUAR LAGI THANNNNā pekik Heni yang mencapai orgasmenya lagi dengan mata terpejam kuat dan tangan meremas pundak Ethan kencang-kencang.
āHahh.. hahā¦. Gila.. gila⦠gue keluar lagiiā¦ā desah Heni lemas.
Ethan bergerak menggulingkan tubuhnya, sehingga sekarang Heni yang ditindih.
āThan.. time out.. time out..Gue nyaris pingsan nih..ā Heni memohon dengan suara lemas.
āSorry Hen, gue udah nanggung banget nih.
Tahanin bentar lagi ya. Gue udah mo keluar juga kokā kata Ethan dengan nafas memburu karena birahinya sudah diubun-ubun kepala. Tanpa menuggu persetujuan Heni, Ethan langsung tancap torsi tinggi dalam posisi misionaris.
Konthol Ethan menghujam mhemek Heni tanpa belas kasihan. Keluar masuk dengan cepat, berputar-putar, mengobel-ngobel dinding mhemek yang sempit dan semakin banjir itu. Tanpa bisa ditahan, Heni mengalami orgasmenya yang entah untuk keberapa kali.
āETHANNN⦠GUE YANG KLUARR NEEHHHH⦠EEHHHHHHHHMMMMM..ā teriak Heni kesal tapi penuh kenikmatan, sambil kelonjotan di bawah tubuh Ethan.
Ethan mencabut kontholnya, diiringi lelehan banjir peju dan cairan mhemek Heni. Ethan langsung mengambil posisi di atas perut Heni, dan menjepitkan kontholnya di sela-sela toked biadab Heni. Kedua telapak tangan Ethan merangkum kedua bongkah susu ranum tersebut, dan menjepitkannya kuat-kuat ke kontholnya yang sudah hampir meledakkan peju. Konthol Ethan dikocok dengan cepat di sela-sela toked Heni
āOuuh.. I lovee tits fish..ā lenguh Ethan kenikmatan.
Tak sampai setengah menit, Ethan merasakan ada gerakan aliran dari pangkal batang kontholnya menuju ke palkonnya. Rasa gatal di palkonnya pun semakin menghebat. Dan ledakan orgasme Ethanpun terjadi juga
āOOOOOHHHH⦠SHIIITTTTTā¦ā¦ā lenguh Ethan keras.
Semprotan peju langsung menembak. Lelehannya memenuhi toked dan wajah Heni. Dan Ethanpun langsung terbaring lemas di samping Heni.
Hampir 3 menit tidak ada yang berbicara. Hanya nafas memburu yang terdengar semakin perlahan, seiring lewatnya badai kenikmatan seksual. Ethan memiringkan badannya dan langsung menatap Heni.
āGue pikir lo udah ga mau lagi ngenthot sama gue Henā ujar Ethan sambil nyengir nakal.
Muka Heni bersemu merah, tapi masih berusaha menjawab dengan ketus
āGue kepepet. Lagi horny habis, ga ada partnernyaā. Ethan masih keras kepala
āUdah deh. Akuin aja.. si Albert juga ga bisa muasin kaya gue kan?ā ujar Ethan dengan PeDenya. Walaupun itu benar, Heni gengsi mengakuinya
āHuu.. siapa bilangā. Tapi, ucapan Ethan berikutnya mengejutkan Heni
āLo mau ga jadi fish buddy gue?ā
āHah? Maksud lo?ā tanya Heni.
āIya.. fish buddy. Kalo lo butuh seks, lo bisa ajak gue. Begitu juga sebaliknya. Tapi cuma sebatas seks. No other commitment. Jadi cowok lo tetep Albert. Ok ga?ā terang Ethan.
Heni agak bimbang menjawabnya. Kalau mengikuti kata hati (dan kata mhemek), Heni jelas maulah. Cuma gengsi kalo langsung mengiyakan.
Tiba-tiba Ethan menyosor bibir Heni dan melumatnya.
āGue anggap diem lo itu tanda setujuā. Sambil membalas lumatan bibir Ethan, fantasi Heni mulai membayangkan petualangan seks macam apa lagi yang akan dialaminya bersama Ethan.


